Buka konten ini
BATAM (BP) – Haru tak terbendung menyelimuti Aula Arafah I Asrama Haji Batam pada Senin siang, 30 Juni 2025. Sebanyak 423 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BTH 17 Debarkasi Batam tiba kembali ke tanah air. Ada doa yang dilantunkan lirih, peluk hangat dari keluarga, dan air mata bahagia yang menetes di pipi menandai tuntasnya sebuah perjalanan suci ke Tanah Suci.
Raut lelah terlihat di wajah para jemaah, namun cahaya syukur memancar kuat dari mata mereka. Perjalanan panjang menunaikan rukun Islam kelima telah selesai. Kini, mereka kembali, membawa pengalaman spiritual yang tak tergantikan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Zoztafia, menyambut langsung kepulangan para jemaah. Ia juga menjabat sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam. Dalam sambutannya, Zoztafia menyampaikan rasa syukur bisa kembali bertemu dengan para tamu Allah yang sebelumnya dilepas dengan doa dan harapan.
”Beberapa waktu lalu kita berjumpa saat mengantar Bapak dan Ibu menuju Tanah Suci. Hari ini, dengan penuh syukur kepada Allah SWT, kita dipertemukan kembali dalam keadaan sehat. Semoga seluruh amal ibadah diterima dan menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” ujarnya.
Zoztafia juga tak lupa menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama penyelenggaraan haji. Ia menegaskan bahwa pelayanan haji adalah kerja kolektif yang sarat dinamika, namun tetap dilandasi semangat pengabdian.
Satu momen khusus ia sampaikan menyangkut empat jemaah asal Kabupaten Kepulauan Anambas yang tergabung dalam Kloter BTH 17. Mereka seharusnya berangkat lebih awal, di Kloter 1, namun keberangkatan mereka tertunda karena kendala visa.
”Saya sangat terharu melihat kesabaran mereka. Tidak ada keluhan, hanya tawakal dan keikhlasan. Ini luar biasa. Untuk itu, saya sampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah Kloter 1, 2, dan 17, katanya.
Mantan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi itu juga menekankan pentingnya menjaga kemabruran haji setelah kembali ke tanah air.
”Ibadah haji bukan hanya soal fisik, tetapi juga ujian spiritual. Mari kita jaga kemabruran ini dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah teladan bagi keluarga dan lingkungan. Haji yang mabrur adalah yang membawa manfaat hingga akhir hayat,’’ tuturnya.
Ketua Kloter BTH 17, Mardianto, dalam laporannya menyampaikan detail perjalanan rombongan. Jemaah berangkat dari Hotel Madinah pada 29 Juni 2025 pukul 18.00 WAS, tiba di Bandara Madinah sekitar pukul 19.00, lalu terbang ke Batam dengan pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV 5144 pada pukul 23.00 WAS. Pesawat mendarat mulus di Bandara Hang Nadim Batam pada 30 Juni pukul 12.14 WIB.
Rombongan terdiri dari 187 jemaah laki-laki dan 236 perempuan. Salah satu jemaah, Aswida Anwar dari Kecamatan Sekupang, Kota Batam, membagikan kesannya dengan penuh semangat.
“Alhamdulillah, semua luar biasa. Makanannya enak dan cukup, bus salawat standby 24 jam, kami merasa sangat diperhatikan. Selama di Madinah, saya ingin terus berada di Masjid Nabawi, rasanya tidak ingin pulang,’’ ujarnya sambil tersenyum.
Aswida juga mengungkapkan rasa bahagianya karena bisa membawa pulang lima liter air zam-zam. Air itu akan ia bagikan kepada anak, cucu, dan tetangga sebagai bentuk syukur dan harapan akan keberkahan.
Saya ingin mereka yang meminumnya juga mendapat keberkahan. Semoga mereka juga diberi kesempatan untuk ke Tanah Suci,’’ucapnya, matanya berkaca-kaca.
Kepulangan jemaah Kloter 17 menjadi penanda bukan hanya akhir dari perjalanan ibadah, tetapi juga awal dari misi baru: menjadi duta spiritual di tengah masyarakat. Semangat suci dari Baitullah diharapkan tetap menyala, menjadi cahaya yang menerangi kehidupan mereka dan lingkungan sekitar.
Turut hadir dalam penyambutan itu, Sekretaris PPIH Debarkasi Batam Zulkarnain, Kepala Bidang Penerimaan Jemaah Haji Edi Batara, Wakil Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Ahmad Husen, serta Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam Hasnawati Atiq. (*)
Reporter : Jailani
Editor : GALIH ADI SAPUTRO