Buka konten ini
BATAM (BP) – BP Batam menerima kunjungan delegasi Port of Antwerp-Bruges International pada Senin (30/6) dalam upaya memperkuat konektivitas global dan menjajaki kerja sama strategis pengembangan pelabuhan. Pertemuan ini menjadi babak baru dalam hubungan antarlembaga pelabuhan Indonesia dan Belgia.
Delegasi Port of Antwerp-Bruges International dipimpin oleh Kamiel Schilders selaku Regional Lead untuk Asia Tenggara. Ia hadir bersama Kim Demeyer, perwakilan Flanders Investment & Trade yang berkantor di Singapura. Keduanya disambut hangat di Marketing Center BP Batam.
Mewakili BP Batam, Direktur Investasi, Dendi Gustinandar, serta Direktur Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPBB) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Irfan Syakir Widyasa, turut mendampingi pertemuan bersama jajaran internal lainnya.
Dendi menjelaskan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi bilateral yang telah terjalin antara kedua pihak. “Kami membuka ruang kerja sama dalam pengembangan kawasan, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan konektivitas global,” katanya.
Ia menambahkan, delegasi Port of Antwerp-Bruges juga membawa serta perwakilan Konsulat Belgia untuk Singapura, yang menandakan pentingnya kerja sama ini dari sisi diplomatik maupun ekonomi. Diskusi berlangsung konstruktif dan terbuka terhadap kemungkinan kolaborasi jangka panjang.
“Semoga kerja sama yang baik antarinstansi dapat terjalin ke depannya,” ujar Dendi.
Sementara itu, Kamiel Schilders menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan BP Batam. Ia menekankan keinginan kuat Port of Antwerp-Bruges untuk memperluas jejaring internasional dan melihat Batam sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara.
“Kami sangat ingin mendiskusikan peluang kerja sama potensial dengan BP Batam dan upayanya dalam ekspansi kegiatan kepelabuhanan,” ujar Kamiel.
Ia juga menyoroti potensi pengembangan pelabuhan terpadu dan kawasan industri berbasis pengalaman mereka di Eropa dan dunia. Diskusi dalam pertemuan ini juga mengangkat model kerja sama internasional yang telah sukses dilakukan Port of Antwerp-Bruges, termasuk pengelolaan pelabuhan hijau, digitalisasi logistik, dan efisiensi rantai pasok global.
Sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Eropa, Port of Antwerp-Bruges menjadi pemain kunci dalam perdagangan global. Pengalaman dan kapasitas pelabuhan ini menjadi daya tarik tersendiri dalam mengembangkan infrastruktur dan layanan kepelabuhanan.
BP Batam berharap penjajakan ini bermuara pada pembentukan kemitraan strategis yang saling menguntungkan serta mendorong investasi baru di sektor logistik dan maritim. Konektivitas pelabuhan yang lebih luas diyakini mampu mendorong Batam menjadi hub perdagangan internasional.
Tinjau Peluang Investasi Digital di Batam
Sementara itu, Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia terus memperkuat hubungan ekonomi bilateral dengan menjajaki peluang kerja sama baru. Duta Besar Australia, Rod Brazier, bersama Business Champion Australia untuk Indonesia, Prof. Jennifer Westacott AC, melakukan kunjungan kerja ke Batam pada 29–30 Juni.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperluas kolaborasi antara pelaku bisnis dan investor kedua negara. Selain itu, juga menjadi wujud komitmen Australia dalam memperkuat hubungan ekonomi dengan Indonesia serta menunjukkan kepercayaan investor Australia terhadap potensi Batam sebagai pusat pertumbuhan dan digitalisasi kawasan.
Selama di Batam, Brazier dan Westacott bertemu dengan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Mereka juga menyambangi Nongsa Digital Park (NDP) serta meninjau operasional tiga perusahaan Australia yang telah berinvestasi di Batam, yaitu Gelflex, Austin Engineering, dan Thiess.
Prof. Westacott menyebut potensi NDP sebagai magnet bagi investor digital asal Australia. Kawasan ini dinilai menawarkan infrastruktur dan regulasi yang mendukung kolaborasi ekonomi digital.
“Pusat Data Nasional yang baru menjadi peluang kolaborasi besar bagi perusahaan Australia, terutama dalam transformasi digital Indonesia,” katanya, Senin (30/6).
Senada dengan itu, Duta Besar Brazier menyambut baik keberadaan sejumlah perusahaan Australia di Batam. Menurutnya, kehadiran mereka tidak hanya membawa nilai investasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan transfer teknologi.
“Indonesia adalah mitra strategis kami. Kami senang melihat semakin banyak perusahaan Australia yang berinvestasi di Batam,” kata Brazier. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RYAN AGUNG