Buka konten ini
SOLO (BP) – Lebih dari 100 event melibatkan tujuh kabupaten/kota se-Solo Raya, mulai dari pameran BUMN, parade budaya, kuliner khas, hingga pertunjukan hiburan. Puluhan ribu tenant dari berbagai lini usaha turut ambil bagian dalam gelaran tersebut.
Semua kegiatan itu terangkum dalam Solo Raya Great Sale (SGS) 2025, yang akan berlangsung selama sebulan penuh, mulai 1 hingga 31 Juli. Panitia menargetkan total transaksi mencapai Rp10 triliun.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut SGS sebagai wujud nyata semangat gotong royong untuk membangun wilayah ekonomi baru melalui konsep aglomerasi.
“Membangun daerah tidak cukup dengan ego sektoral, harus gugur gunung, rame-rame. Baik bupatinya, wali kotanya, Kadinnya, pelaku UMKM-nya, semuanya harus membangun bareng-bareng,” kata Luthfi saat membuka acara tersebut, kemarin (29/6).
Ketua Panitia SGS 2025, Ferry Septha Indrianto, menambahkan bahwa target transaksi Rp10 triliun bukan sekadar angka optimistis tanpa dasar.
“Event ini digelar lintas sektor dan wilayah, serta melibatkan lebih dari 24.300 tenant dari berbagai bidang usaha. Diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jateng hingga delapan persen,” ujar Ferry, yang juga menjabat sebagai Ketua Kadin Solo, sebagaimana dilansir Radar Solo (Grup Jawa Pos).
Kirab Troli
Kirab troli berisi produk unggulan lokal menjadi pembuka kemeriahan SGS 2025. Gubernur Ahmad Luthfi memimpin langsung prosesi yang berlangsung sepanjang kawasan Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo.
Ketua Kadin Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, menyebut SGS sebagai momen strategis dalam mendorong keterkaitan ekonomi antarwilayah di kawasan Solo Raya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO