Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Industri alat rumah tangga menghadapi tekanan pasar dengan catatan penjualan yang mengalami penurunan. Hal itu memaksa perusahaan berpikir ulang untuk menerapkan strategis jitu. Seperti meningkatkan penjualan sektor potensial dan mengubah segmen konsumennya.
PT Langgeng Makmur Industri Tbk mencatat penurunan penjualan sepanjang 2024 di pasar domestik maupun ekspor. ”Penjualan domestik turun 4 persen. Dari Rp542 miliar pada 2023 menjadi Rp519 miliar tahun lalu,” ujar Direktur PT Langgeng Makmur Industri Tbk Kosasih dalam ketera-ngan tertulis pekan lalu.
Secara keseluruhan, penjualan perusahaan tercatat Rp521 miliar, atau menurun Rp24 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan paling terasa datang dari divisi peralatan dapur berbahan aluminium yang hanya membukukan Rp256 miliar, turun Rp10 miliar dibandingkan 2023. Kinerja ekspor turun tajam hingga 35 persen. Kosasih menjelaskan, negara tujuan ekspor seperti kawasan Asia, Timur Tengah, dan Australia kurang optimal menyerap produk mereka.
Tekanan belum mereda pada awal 2025. Sepanjang kuartal pertama, perusahaan hanya mengantongi penjualan bersih Rp124 miliar, atau turun 3,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Divisi aluminium dan plastik masih menjadi andalan dengan kontribusi mencapai 78 persen dari total penjualan. Masing-masing mencatat Rp72 miliar dan Rp24 miliar.
Kosasih menuturkan, persaingan yang semakin ketat dan mahalnya bahan baku plastik menjadi sorotan utama. Karena itu, perusahaan menggeser fokus ke segmen mene-ngah atas. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG