Buka konten ini
BAD HOMBURG (BP) – Dari tiga jenis lapangan tenis, Iga Swiatek belum sekalipun bisa menaklukkan permukaan rumput. Di ajang Wimbledon –satu-satunya grand slam lapangan rumput– petenis nomor 1 dunia selama 200 pekan sebelum digusur Aryna Sabalenka itu paling baik hanya mencapai perempat final pada 2023.
Meski begitu, secercah harapan muncul beberapa hari jelang Wimbledon 2025 yang dimulai hari ini (30/6). Untuk kali pertama sepanjang karier, Swiatek berhasil melaju ke partai puncak turnamen lapangan rumput alias tampil di final Bad Homburg Terbuka, Minggu (29/6).
Swiatek yang kini menempati ranking kedelapan dunia itu memang kalah 6-4, 7-5 dari petenis Amerika Serikat ranking ketiga dunia, Jessica Pegula. Akan tetapi, Swiatek tetap senang karena mendapatkan modal bagus menghadapi Wimbledon. Apalagi, dia mampu mengalahkan runner-up Wimbledon 2024 Jasmine Paolini 6-1, 6-3 di semifinal.
Sambil berusaha menahan isak tangis, Swiatek melihat kekalahan oleh Pegula dengan positif. ”Turnamen ini menunjukkan bahwa ada harapan bagiku di lapangan rumput,” kata Swiatek seperti dikutip dari BBC.
”Aku senang bisa bermain di sini dan aku juga senang bisa membuktikan kemampuanku di sini,” sambungnya. Laga pertama Swiatek di Wimbledon adalah menghadapi petenis Rusia Polina Kudermetova pada Selasa (1/7). (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG