Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mencatat mayoritas kendaraan berbahan bakar bensin dinyatakan lulus dalam kegiatan uji emisi yang digelar selama tiga hari, 24–26 Juni 2025. Namun, kondisi berbeda ditemukan pada kendaraan bermesin diesel (solar), di mana sekitar 40 persen tidak memenuhi standar ambang batas emisi gas buang.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Bhayangkara ke-79, berlokasi di tiga titik, yakni Mall Top 100 Tembesi, CGC Sagulung, dan Dataran Engku Hamidah (Edukit Sei Panas), Batam Kota.
Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup DLH Batam, IP, mengatakan dari total 1.574 kendaraan yang diuji, sebanyak 796 unit berbahan bakar bensin, premium, dan pertalite, dengan 92,5 persen di antaranya dinyatakan lulus uji emisi.
“Hanya 60 kendaraan atau 7,5 persen yang tidak lulus,” ungkapnya, Jumat (27/6).
Sementara itu, dari 778 kendaraan berbahan bakar solar yang ikut serta, hanya 463 unit atau sekitar 59,5 persen yang memenuhi standar ambang batas.
Sebanyak 315 kendaraan atau 40,5 persen dinyatakan tidak lulus.
IP menilai tingginya angka kegagalan pada kendaraan diesel ini menjadi perhatian serius DLH, mengingat kontribusinya terhadap pencemaran udara yang signifikan.
“Salah satu penyebab utamanya kemungkinan karena perawatan mesin yang tidak rutin dan kualitas bahan bakar yang tidak sesuai,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil uji emisi ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi kualitas udara Kota Batam, serta sebagai dasar penyusunan kebijakan pengendalian pencemaran udara di wilayah perkotaan.
“Tujuan jangka panjangnya adalah menjaga kualitas udara dan memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi standar ramah lingkungan,” tegasnya.
DLH juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik kendaraan diesel, untuk lebih disiplin melakukan servis berkala, guna menjaga performa mesin dan mengurangi pencemaran udara.
“Perawatan berkala tidak hanya membantu lulus uji emisi, tapi juga meningkatkan efisiensi bahan bakar dan keselamatan berkendara,” pungkasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK