Buka konten ini





Pekan ini, Batam digemparkan oleh kasus kekerasan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART). Korban bernama Intan, 20, perempuan asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga menjadi korban penganiayaan keji di sebuah rumah mewah di kawasan Sukajadi, Batam Kota. Ia mengaku dipaksa makan kotoran hewan dan minum air dari septictank oleh majikannya. Warga bersama komunitas Flobamora berhasil menggerebek lokasi kejadian pada Minggu (22/6) dan menyelamatkan korban yang saat itu dalam kondisi lemah, babak belur, dan trauma berat. Intan langsung dilarikan ke RS Elisabeth Batam untuk mendapatkan perawatan. Satreskrim Polresta Barelang telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Kasus ini memicu kemarahan publik, khususnya dari kalangan perantau Indonesia Timur di Batam.
Sementara itu, kebakaran hebat kembali melanda kawasan industri di Batam. Api melalap gudang limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) milik PT Desa Air Cargo di Kabil, Senin malam (23/6). Hingga Selasa (24/6), petugas pemadam kebakaran masih melakukan penyemprotan dan pendinginan material terbakar untuk mencegah api muncul kembali.
Dari sisi lalu lintas, Satlantas Polresta Barelang menggelar razia kendaraan truk bermuatan lebih (over dimension and over loading/ODOL) di sejumlah titik padat lalu lintas seperti Simpang Kepri Mall, Gelael Sei Panas, dan Simpang KDA. Kasatlantas Polresta Barelang, AKP Afiditya Arief Wibowo, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan keselamatan serta membangun kesadaran pengendara akan risiko pelanggaran.
Sementara itu, proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Batam berjalan lancar. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, menyatakan hingga Selasa (24/6), sebanyak 12.833 calon siswa telah mendaftar. Dari jumlah itu, 10.004 telah melengkapi berkas, dan 6.805 di antaranya dinyatakan lulus verifikasi.
Di sisi lain, insiden nahas terjadi pada Rabu (25/6) sekitar pukul 16.00 WIB saat long boat yang mengangkut 13 orang rombongan tim sepak bola Pulau Nenek hendak menuju Pulau Setokok tenggelam. Tim gabungan dari Basarnas, Polair Polda Kepri, Polairud Polresta Barelang, Pos AL Kertang, BP Batam, serta relawan masyarakat ikut terlibat dalam pencarian korban.
Masih di hari yang sama, kemacetan terjadi di sejumlah ruas jalan, termasuk di Jalan Yos Sudarso. Aksi pengendara sepeda motor yang memutar arah sembarangan di median jalan turut menjadi sorotan publik karena membahayakan dan memperparah kondisi lalu lintas.
Dari sektor lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mencatat sebanyak 40 persen kendaraan berbahan bakar solar tidak lulus uji emisi sehingga tak layak jalan.
Sebaliknya, mayoritas kendaraan bensin dinyatakan lolos pengujian. Uji emisi gratis tersebut digelar selama tiga hari (24–26 Juni) di tiga lokasi: Mall Top 100 Tembesi, CGC Sagulung, dan Dataran Engku Hamidah Sei Panas. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Bhayangkara ke-79. (***)
Reporter : TIM BATAM POS
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI