Jumat, 3 April 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Berani Tinggalkan Pekerjaan & Menjadi Wirausahawan

Kisah Esferanza Mendirikan Flouson Bakery, Bermula dari Reseller

Owner
Flouson Bakery,
Esferanza
menunjukkan
pie susu.

Cerita dimulai saat Esferanza, atau biasa disapa Espe, 25, bersama pacarnya Cipto, menjadi reseller pie susu Bali, milik saudaranya yang tinggal di Bali. Sejak batch pertama dibuka, sudah banyak yang order, tetapi karena faktor jarak, pie susu banyak yang sudah berjamur saat tiba di Batam.

“Dari situ muncul ide, kenapa gak coba bikin sendiri aja?,” ujar Espe.
Akan tetapi, hal itu tidak langsung direalisasikan, karena saat itu Espe masih berstatus sebagai karyawan di salah satu instansi keuangan. Selang 1 bulan sembari bekerja, Espe dan Cipto, tertarik untuk membuka bisnis food and beverage (FnB) di bidang bakery.

Espe mengaku, ia belajar dari dasar membuat kue dari ibunya, karena sedari kecil ia suka menimbrung saat ibunya sedang membuat kue untuk hari raya. Kemudian skill tersebut ia terus asah dengan learning by doing, terus menerus melakukan Research and Development (RnD) produk sampai menemukan rasa, tekstur, dan tampilannya yang bagus.

“Kebetulan nenek dan ibu saya dulunya penjual kue rumahan, jadi dasar-dasar dalam membuat kue bisa dibilang turun temurun,” ungkap Espe.
Uniknya, pie susu bukanlah produk pertama yang mereka buat, melainkan bolu jadul dengan berbagai bentuk dan varian rasa. Berawal dari situ, ternyata peminat bolu jadul cukup banyak, dan seiring berjalannya waktu, Espe dan Cipto menambah produk mereka seperti, mochi bites, mochi dengan berbagai macam isi, mango sago, fudgy brownie, kemudian produk terakhir adalah pie susu.

“Dari produk-produk tersebut, kami pakai sistem pre-order dengan sistem rolling produk,” jelasnya.
Selain membuka pre-order, Espe juga membuat hampers di hari besar seperti Lebaran, Imlek dan Hari Natal. Seiring berjalannya waktu hingga satu tahun, Espe memutuskan mengupgrade pengepakan produk pie susu, agar lebih menarik dan cocok untuk dijadikan oleh-oleh dari Batam.

“Setelah selesai desain kami mencetak 1.000 buah kemasan pertama kami di awal tahun 2024,” ucap Espe.
Selama setahun berjalan, usaha Espe dan Cipto mengalami naik dan turun. Espe mengaku, sempat terbesit untuk mundur dan berencana untuk kembali bekerja lagi, namun takdir berkata lain, tanpa diduga ia mendapat peluang yang membuat dirinya kembali bangkit.
“Ada salah satu supermarket di Batam, yang menyediakan outlet UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), dan mereka menerima produk pie susu kami untuk dititipkan di sana,” ungkap Espe.

Kemudian sejak pertengahan 2024 hingga saat ini, usaha ini full dihandle oleh Espe, dikarenakan pasangannya, Cipto, sudah kembali bekerja. Espe menjadi full time baker, karena setiap hari ia harus memproduksi pie susu, dan baru-baru ini Espe juga membuat produk baru yaitu cheesy tiramisu sponge cake, yang juga ia titipkan di outlet supermarket tersebut.

“Usaha bakery ini dimulai dari pertengahan tahun 2023 sampai saat ini, jadi bisa dibilang sudah mau dua tahun,” sebutnya.
Espe menjelaskan, Flou berasal dari bahasa Inggrisnya tepung (flour), sedangkan son diambil dari kata season, yang artinya produk yang ia buat berasal dari bahan dasar tepung yang selalu hadir di tiap season terutama Natal, Imlek dan Idulfitri.

“Saat ini saya fokus menjual produk pie susu dan cheesy tiramisu sponge cake,” ucapnya.
Namun, untuk di hari besar seperti Natal, Imlek dan Idulfitri, Espe akan menghadirkan hampers dengan berbagai jenis kue kering dengan harga yang bervariasi. Berikut untuk produk rutin yang setiap hari dijual:
pie susu original Rp28.000,
pie susu mix Rp32.000,
cheesy tiramisu sponge cake Rp28.000,-

“Yang paling laris adalah pie susu original, biasanya orderan membeludak saat menjelang akhir pekan dan musim liburan,” bebernya.
“Kami beberapa kali mendapat orderan 100 buah untuk acara ulang tahun, pernah juga mendapat orderan 15 kotak pie susu untuk dijadikan oleh-oleh,” imbuhnya lagi.

Untuk saat ini Flouson Bakery belum memiliki toko offline, namun produknya sudah tersedia di SNL Tanjunguma, pelanggan juga bisa mengambil sendiri ke rumah pemilik sebagai tempat produksi, yang berlokasi di Happy Garden Blok A No 152.
“Untuk di SNL Tanjunguma terletak di bagian jajan corner UMKM, untuk pie susu ada di bagian rak suhu ruang, sedangkan cheese tiramisu sponge cake di bagian open chiller section cake di rak bagian atas,” terangnya.

Pelanggan juga bisa memesan secara online melalui Instagram @flouson.bakery dan @Afterlunch.cakery ataupun WhatsApp. Hingga saat ini, Espe masih bekerja seorang diri, namun saat pesanan membeludak ia memiliki satu orang part timer yang akan membantunya. Espe juga memberitahu, omzet yang dapatkan dalam sebulan bisa mencapai kurang lebih Rp10 juta.

Menurutnya, hal yang paling sulit selama menjadi wirausahawan adalah konsisten membuat produk yang sama setiap hari, serta mempertahankan cita rasa produk tersebut tidak boleh berubah. Dan jika ingin memulai usaha, harus direncanakan dengan matang, kemudian ketika sudah yakin boleh dicoba.

“Target saya dalam waktu dekat, saya akan membuat hampers Christmas by Flouson Bakery, yaitu pie susu dan kue kering spesial edisi Chrismas untuk tahun 2025,” bebernya.
Di akhir, Espe menyampaikan harapannya, yaitu Flouson Bakery dengan produk pie susu nya bisa menjadi perusahaan yang besar, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak banyaknya. (***)

Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI