Buka konten ini
LINGGA (BP) – Sepuluh rumah rusak dihantam angin puting beliung di Lingga dan Bintan, Sabtu (28/6). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Di Lingga, angin puting beliung menghantam pemukiman warga di Bukit Kabung, Kelurahan Sungai Lumpur sekitar pukul 13.29 WIB. Kejadiannya sangat singkat. Hanya sekitar 15 menit. Tetapi tujuh unit rumah rusak. Dua di antaranya mengalami rusak parah.
Dua rumah yang mengalami kerusakan parah milik Herliani dan Raniatan. Herliani dan Raniatan sedang berada di rumah bersama dua anaknya saat puting beliung menerjang.
“Kami sedang di dalam rumah bertiga waktu angin datang. Begitu terasa getaran kuat, kami langsung keluar rumah sambil berpelukan. Kami takut rumah roboh. Tidak lama, rumah di samping saya langsung dihantam angin,” kata Herliani.
Kanit Binmas Polsek Dabo Singkep, Aiptu Jefrry Zona S, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan bahwa proses evakuasi dilakukan secepat mungkin bekerja sama dengan BPBD.
“Angin puting beliung berlangsung sekitar 15 menit dan merusak tujuh rumah. Kami bersama BPBD langsung turun mengevakuasi warga yang rumahnya rusak berat,” ujarnya Aiptu Jefrry.
Sementara di Bintan, tepatnya di RT 001 RW 001 Kampung Tanjungpisau, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan tiga rumah warga rusak karena dihantam angin kencang.
Kades Penaga, Hamrudin, angin kencang disertai hujan sekitar pukul 08.00 WIB menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena warga berhasil menyelamatkan diri saat berada di dalam rumah.
Dari tiga rumah yang terdampak, satu rumah milik Efendi mengalami kerusakan parah karena asbes di bagian dapur dan kamar mandi diterbangkan angin.
Sementara dua rumah lainnya milik Lasanu dan Alam hanya mengalami kerusakan ringan. Ia mengatakan, pihak desa telah menghitung kerugian dan akan melakukan perbaikan.
”BPBD sudah turun, tapi kita akan ambil alih karena kerugian tidak begitu besar,” kata Hamrudin.
Pihak desa bersama masyarakat akan bergotong-royong memperbaiki rumah yang rusak akibat angin kencang. (*)
Reporter : Vatawri, Slamet Novasusanto
Editor : Alfian Lumban Gaol