Buka konten ini
Para jemaah Kloter 12 baru tahu soal ancaman bom setelah berada di dalam Bandara Kualanamu. Pengirim email teror itu diduga berasal dari India dan masih terus diselidiki polisi. AGUS Asmanto turun dari pesawat Saudia Airlines di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, dengan asumsi terjadi kendala teknis. Karena itu, pesawat yang mengangkut 442 jemaah haji Kloter 12 asal Depok, Jawa Barat itu harus melakukan pendaratan darurat.
Padahal, seharusnya destinasi pesawat dengan nomor penerbangan SV 5276 yang berangkat dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Agus baru mengetahui alasan sebenarnya setelah keluar dari pesawat.
Pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat pada Selasa (17/6) menyusul adanya ancaman bom yang dikirimkan melalui email ke PT Angkasa Pura Indonesia. “Saya tahunya setelah mengecek di media online dan tanya aparat kepolisian di bandara,” kata pria 60 tahun itu kepada Jawa Pos (grup Batam Pos), yang menemuinya di sela penyambutan jemaah di Balai Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (18/6).
Karena baru tahu setelah mendarat, Agus menyebut sama sekali tak ada suasana kepanikan di antara para jemaah. “Kami diberi tahu soal kendala teknis saat sedang makan.
Suruh siap-siap turun, katanya mau nyampe,” papar Agus yang berhaji bersama istri dan mertua.
Sama seperti Agus, Mardiah Nur Halim, jemaah lain, mengetahui adanya ancaman bom ketika berada di ruang tunggu bandara. Kebetulan pada saat itu ada anak yang bertanya kepada orang tuanya tentang kenapa ada keramaian mendadak di bandara.
“Sama ibunya dijawab ada bom,” kata jemaah 73 tahun itu.
Memburu Pengirim Email
Sementara itu, Polda Sumatra Utara berupaya mendeteksi pelaku ancaman bom. Pengiriman email dikabarkan berasal dari India.
Kabidhumas Polda Sumatera Utara Kombespol Ferry Walitukan menuturkan, ada kemungkinan kasus tersebut ditangani Bareskrim Polri karena pelaku ancaman bom diduga berada di luar negeri.
“Dilihat dari skalanya, memang kemungkinan ditangani Bareskrim,” paparnya.
Email ancaman bom itu dikirim ke dua alamat email: Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara King Abdulaziz.
“Masih terus kami dalami,” papar Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan.
Terpisah, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief bersyukur karena tidak ditemukan bom di pesawat tersebut. Setelah dinyatakan steril, pesawat itu kembali terbang menuju Soekarno-Hatta, Rabu (18/6) pagi sekitar pukul 08.30.
Dia menambahkan, selama pesawat diperiksa, rombongan Kloter 12 diistirahatkan di hotel setempat, lengkap dengan fasilitas konsumsi.
“Kemenag terus berkoordinasi dengan pihak Saudia Airlines untuk tetap menjaga ritme penerbangan pemulangan jemaah di kelompok terbang berikutnya,” paparnya.
Penerbangan Lancar
Setelah pengecekan oleh tim penjinak bom Polda Sumatra Utara selama delapan jam, dipastikan bahwa pesawat Saudia Airlines SV 5276 itu steril dari bom. Sebelumnya, sejak berangkat dari Jeddah, Agus menyebut pesawat juga sama sekali tidak mengalami gangguan.
“Semuanya lancar,” katanya.
Selama di dalam Bandara Kualanamu, kata Mardiah, dia dan para jemaah lain juga diminta untuk tidak berpencar. Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya mereka dibawa ke hotel.
Mardiah pun merasa luar biasa lega ketika akhirnya bisa melanjutkan perjalanan ke Soekarno-Hatta kemarin pagi dan kemudian tiba kembali di Depok. “Alhamdulillah sudah sampai dengan selamat dan bisa ketemu keluarga lagi,” katanya. (***)
Laporan: FEBRY FERDIAN – ILHAM WANCOKO – HILMI SETIAWAN
Editor: RYAN AGUNG