Buka konten ini
BULANG (BP) – Proses pencarian terhadap korban insiden tenggelamnya kapal long boat yang mengangkut rombongan tim sepak bola dari Pulau Nenek, Bulang, Kota Batam, resmi dihentikan. Korban terakhir yang sebelumnya belum teridentifikasi, ditemukan di perairan Tanjung Sauh, Punggur, Nongsa dan dipastikan bernama Fadli.
“Sudah terkonfirmasi atas nama Fadli alias Papat. Pihak keluarga sudah memastikan langsung ke RS Bhayangkara,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, Jumat (27/6).
Dengan teridentifikasinya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Dari total 13 korban dalam kejadian ini, 10 orang selamat dan 3 orang ditemukan meninggal dunia.
Korban pertama yang ditemukan meninggal adalah Firdaus, ditemukan pada Jumat (27/6) sekitar pukul 06.00 WIB di perairan Pulau Bulan. Jenazah langsung dievakuasi ke rumah duka di Pulau Awi.
Tak berselang lama, sekitar pukul 06.30 WIB, seorang nelayan bernama Anda melaporkan temuan mayat mengambang di sekitar perairan Pulau Panjang. Tim SAR gabungan segera menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah kedua sekitar pukul 07.00 WIB di koordinat 00°57.528′ LU – 104°00.821′ BT. Jenazah itu dibawa ke KAL Anakonda dan dievakuasi lebih lanjut menggunakan RIB 03 milik Basarnas. Sekitar pukul 09.26 WIB, pihak keluarga mengonfirmasi korban sebagai Muhammad Fahri Kurniawan.
Sementara itu, jenazah ketiga ditemukan di perairan Tanjung Sauh dan telah dipastikan sebagai Fadli alias Papat setelah proses identifikasi di RS Bhayangkara Batam.
Insiden nahas ini terjadi pada Rabu (25/6) sekitar pukul 16.00 WIB saat long boat yang mengangkut 13 orang rombongan tim sepak bola Pulau Nenek hendak menuju Pulau Setokok untuk mengikuti pertandingan. Di tengah perjalanan, kapal dihantam gelombang tinggi di Selat Nenek hingga akhirnya terbalik.
Informasi pertama diterima Basarnas dari perangkat Desa Setokok, Zamri, pada pukul 17.50 WIB. Lokasi kecelakaan berada di koordinat 00°54’38” LU dan 104°01’47” BT, sekitar 26 kilometer dari Pos SAR Batam.
Pada malam hari, enam korban pertama ditemukan dalam kondisi selamat, yakni Rahel, Peri, Rico, Boge, Rehan, dan Andika. Sekitar pukul 21.03 WIB, empat korban lainnya juga dievakuasi dalam keadaan selamat, yaitu Tepok, Damar, Maher, dan Amirul. Mereka ditemukan berpegangan pada badan kapal yang terbalik.
Pencarian korban melibatkan sejumlah instansi dan elemen masyarakat, di antaranya Basarnas, Polair Polda Kepri, Polairud Polresta Barelang, Pos AL Kertang, BP Batam, Polsek Bulang, perangkat desa, serta relawan masyarakat. Berbagai peralatan seperti drone thermal, alat pendeteksi bawah air Aquaeye, dan perahu karet turut dikerahkan.
“Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi kami tutup. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan membantu proses pencarian,” pungkas Dedius. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK