Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Puluhan bangunan semi permanen yang berdiri di sepanjang Jalan Tengku Sulung, Batam, dibongkar oleh tim terpadu Pemerintah Kota Batam, Kamis (26/6). Penertiban yang dipimpin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ini sempat diwarnai penolakan dari sejumlah warga yang enggan bangunannya dibongkar.
Petugas tampak bersiaga sejak pagi. Satu per satu bangunan dibongkar menggunakan alat manual. Beberapa warga terlihat pasrah, namun tak sedikit pula yang berusaha mempertahankan bangunan mereka.
Kepala Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan penertiban dilakukan sesuai prosedur. Surat pemberitahuan dan peringatan telah diberikan kepada pemilik bangunan jauh hari sebelumnya.
“Sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Banyak warga yang sadar dan membongkar sendiri bangunannya. Tapi ada juga yang tetap menolak,” ujar Imam.
Menurutnya, sebanyak 47 bangunan ditertibkan dalam operasi tersebut. Seluruh bangunan tersebut berdiri di atas lahan fasilitas umum yang diperuntukkan untuk kepentingan bersama, bukan untuk kios atau hunian.
“Keberadaan bangunan ini tidak sesuai peruntukan, melanggar aturan, dan menyebabkan kemacetan serta rawan banjir,” jelasnya.
Penertiban dilakukan mulai dari Simpang Taras hingga bundaran SMA Negeri 3 Batam. Petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, dan kepolisian turut dilibatkan untuk menghindari gesekan dengan warga.
Ira, salah seorang warga, mengaku lega bangunan-bangunan di tepi jalan akhirnya ditertibkan. Menurutnya, selain menyebabkan kemacetan, banyak kendaraan kerap berhenti sembarangan untuk berbelanja di kios-kios tersebut.
“Sebetulnya kasihan juga, tapi di sisi lain memang sering bikin macet. Kendaraan sering berhenti di sembarang tempat,” ujarnya.
Ira berharap setelah penertiban, pemerintah segera melakukan pelebaran jalan. Pasalnya, Jalan Tengku Sulung merupakan jalur padat yang dilewati ribuan kendaraan setiap hari.
“Hampir tiap hari macet. Kalau bisa, jalannya segera diperlebar,” pintanya.
Menariknya, sehari setelah penertiban, lokasi bekas bangunan justru dipadati para pemulung. Jumat (27/6), puluhan pengumpul barang bekas tampak mengais sisa-sisa bangunan yang dibongkar. Becak mereka penuh dengan potongan kayu, besi, dan material bekas lainnya. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK