Buka konten ini
Karimun (BP) – Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Karimun menargetkan penghimpunan dana Zakat, Infaq, dan Sadaqah (ZIS) sebesar Rp9,6 miliar sepanjang tahun 2025. Meski kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya stabil, Baznas tetap optimistis mampu mengumpulkan dana umat melalui berbagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di masjid, musala, dan surau.
Ketua Baznas Karimun, H Nasrial, mengatakan, pihaknya terus berupaya maksimal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat. Selain melalui UPZ, masyarakat juga bisa menyalurkan zakat via transfer bank atau langsung ke kantor Baznas Karimun.
‘‘Insya Allah, kita tetap semangat. Dana ZIS ini sangat penting untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,’’ ujarnya, Jumat (27/6).
Hingga akhir Mei 2025, dana umat yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,3 miliar. Dari jumlah itu, zakat fitrah mendominasi dengan Rp1,15 miliar. Disusul zakat profesi Rp640 juta, zakat maal Rp517 juta, infak umum Rp108 juta, DSKL CSR Rp17 juta, dan infak seribu rupiah sebesar Rp21 juta.
Nasrial berharap para pegawai ASN di lingkungan Pemda Karimun dapat lebih aktif menyalurkan ZIS melalui rekening bank yang telah bekerja sama dengan Baznas.
‘‘Semakin banyak yang berzakat ke Baznas, semakin besar manfaat yang bisa kita salurkan ke masyarakat,’’ tegasnya.
Untuk penyaluran, Baznas Karimun telah menyalurkan dana ZIS ke berbagai program sosial dan kemanusiaan. Mulai dari bantuan kemanusiaan Rp102 juta untuk 975 orang, bantuan kesehatan Rp26,5 juta bagi 61 orang, bantuan pendidikan Rp34,6 juta untuk 53 orang, hingga program dakwah dan advokasi sebesar Rp13,8 juta.
Selain itu, pada Ramadan 1445 H lalu, Baznas menyalurkan bantuan sebesar Rp297,5 juta untuk 1.125 orang di empat kecamatan. Tak hanya itu, program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) telah membangun 94 unit rumah bagi warga kurang mampu.
‘‘Menjelang Idulfitri 1446 H kemarin, total penerima manfaat zakat mencapai 2.249 orang. Ada juga paket sembako dari Kemenag senilai Rp20 juta untuk 200 orang,’’ jelas Nasrial.
Ia menambahkan, saat ini Baznas lebih banyak mengalokasikan dana untuk bantuan kesehatan, mengingat kebutuhan masyarakat yang mendesak di sektor tersebut.
‘‘Kami utamakan warga yang sedang sakit. Setidaknya bisa sedikit meringankan beban biaya pengobatan mereka,’’ pungkasnya. (*)
Reporter : TRI HARYONO
Editor : Iman Wachyudi