Buka konten ini
Jakarta (BP) – Kapal Induk Amerika Serikat (AS) USS Nimitz sempat terdeteksi melintasi Perairan Indonesia pada Selasa (17/6). Berdasar update terakhir pada Senin (23/6), kapal tersebut terus mendekat ke Selat Hormuz. Posisi terakhirnya berada pada jarak 100 nautical miles di sebelah selatan Selat Hormuz.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei, dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media pada Rabu (25/6) menyatakan bahwa kapal tersebut menggunakan hak lintas transit di Perairan Indonesia.
Kapal perang bertenaga nuklir itu berlayar dari Laut Natuna Utara ke Selat Singapura, melintasi Selat Malaka dan bergerak ke Samudera Hindia. Aktivitas kapal induk tersebut mendapat atensi dari publik secara luas. Mabes TNI, kata Kristomei, menghaturkan terima kasih karena masyarakat memberi perhatian terhadap hal itu.
Menurut dia, itu merupakan cerminan dari Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas kepeduliannya telah melaporkan keberadaan Kapal perang asing, ini adalah wujud dan cerminan Sishankamrata, kita bersama-sama menjaga keamanan dan kedaulatan negara,” imbuhnya.
Kristomei menyatakan bahwa aktivitas pelayaran kapal induk AS tersebut sepenuhnya mematuhi aturan internasional. Tidak ada yang dilanggar oleh USS Nimitz saat melintasi Perairan Indonesia. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : Iman Wachyudi