Buka konten ini
Anambas (BP) – Penataan kawasan Sungai Sugi menjadi prioritas utama dalam pembangunan yang ditata oleh Bupati Anambas, Aneng.
Kawasan tersebut merupakan daerah rawan banjir jika musim hujan melanda Pulau Siantan. Sebab, sungai tak mampu menampung curah air yang cukup tinggi.
Sebenarnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas telah berusaha mengatasi banjir dengan membangun sodetan air yang menghubungi Sungai Sugi hingga bibir pantai Tarempa Beach dengan anggaran Rp10 miliar.
Namun, pembangunan sodetan air itu gagal terlaksana akibat ulah kontraktor CV Tapak Anak Bintan yang tak serius mengerjakan.
Agar masalah banjir segera teratasi kembali, Bupati Aneng mencoba merangkul Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melalui Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) IV Batam.
”Yang kemarin (sodetan air, red) kita tertunda pelaksanaannya. Maka kita coba ajukan BWSS Batam untuk mengatasi banjir disini (Sungai Sugi) dengan anggaran pusat,” ujar Aneng saat meninjau kawasan Sungai Sugi bersama BWSS IV Batam, Rabu (25/6) siang.
Dalam perencanaannya, pembangunan sodetan air melalui BWSS Batam masih menggunakan Detail Engineering Design (DED) lama. Namun, ada beberapa bagian yang akan diubah sesuai dari ahli BWSS agar nanti tidak salah dalam membangun.
”Kita serahkan semuanya ke BWSS Batam. DED lama kita sudah serahkan ke tim. Kalau ada perubahan, ya kita tergantung dari mereka,” kata Aneng.
Di tempat yang sama Kepala BWSS IV Batam, Daniel, membenarkan pihaknya telah merima DED sodetan air dari Pemkab Anambas.
Saat ini, pihaknya sedang mempelajari area Sungai Sugi sebelum dilakukan pengerjaan.
Menurutnya, kawasan itu sangat rendah dan langsung terhubung dengan laut sehingga membuat kesulitan tim dalam melakukan perencanaan. ”Mungkin kita tinggikan sedikit area di sekitar Sungai Sugi. Baru kita buat sodetan air,” kata Ronald.
Ia tidak menginginkan peristiwa banjir bandang yang terjadi pada tahun 2023 lalu kembali terjadi di Tarempa. Untuk itu, usulan pembangunan sodetan air terus digesa di Kementrian PUPR.
”Mudah-mudahan akhir tahun kita sudah bisa mendapat gambaran, apakah sodetan air bisa segera dikerjakan pada tahun 2026. Karena memang sangat prioritas, agar banjir bandang tak terjadi lagi,” pungkas Daniel. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : Iman Wachyudi