Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Setelah sempat tertunda kepulangannya, jemaah haji kelompok terbang (kloter) 44 dari Banyuwangi, Jawa Timur akhirnya tiba di Asrama Haji Surabaya kemarin sore (25/6). Rombongan itu tiba sekitar pukul 15.45 setelah mendarat di Bandara Internasional Juanda sekitar sejam sebelumnya.
Selain kloter 44, kepulangan kloter 43 juga tertunda dan dijadwalkan tiba hari ini (26/6) pukul 18.20.
Keterlambatan kepulangan dua kloter yang para jemaahnya sama-sama dari Banyuwangi itu dipicu penutupan sementara Bandara Muscat, Oman, tempat transit penerbangan tersebut. Penutupan diduga dilakukan setelah terjadi serangan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar.
”Bandara di Oman sempat ditutup. Jadi, kami juga menunggu kabar selanjutnya. Kini bandara sudah dibuka kembali dan penerbangan berjalan normal,” ujar Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya Sugiyo.
Ali Mutohar, salah seorang jemaah kloter 44, mengaku, para jemaah sempat panik saat kali pertama diberitahu tentang penundaan. Tapi, usai mereka difasilitasi hotel transit dengan fasilitas bintang lima, suasana di antara jemaah sudah kembali kondusif.
”Kalau panik, iya sebentar. Tapi, langsung kondusif setelah dapat fasilitas hotel bintang lima,” katanya.
Gelombang Dua
Di bagian lain, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief menyatakan, pihaknya tengah menyiapkan proses pemulangan jemaah gelombang dua, dengan rute penerbangan dari Madinah menuju Tanah Air.
Di tengah dinamika kawasan Timur Tengah, dia mengatakan, proses pemulangan jemaah haji Indonesia tetap berlangsung lancar dan terjadwal. “Insya Allah, kita terus melakukan pemulangan jemaah sesuai dengan program yang kita desain. Sebagian sudah tiba di Bandara Jeddah untuk kembali ke Indonesia, sementara sebagian lainnya masih berada di Madinah dan akan tinggal sekitar sembilan hari ke depan sebelum dijadwalkan pulang,” ujar Hilman di Makkah.
Hilman mengatakan, meskipun terjadi penundaan penerbangan pada dua kloter asal Embarkasi Surabaya, pemulangan jemaah secara keseluruhan tetap berjalan normal. Saat ini masih ada lebih dari 100 ribu jemaah Indonesia yang berada di Arab Saudi. Dia mengatakan, setiap harinya terdapat sekitar 4.000 hingga 7.000 jemaah yang dijadwalkan kembali ke Tanah Air. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO