Buka konten ini
BATAM (BP) – Kota Batam mencatat peningkatan signifikan dalam layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Jumlah unit aktif bertambah dari 7 menjadi 14, dan kini mencakup 35 sekolah tingkat SD dan SMP. Namun, hingga saat ini, program gizi yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut belum menjangkau satu pun kecamatan di wilayah hinterland, yakni Belakangpadang, Bulang, dan Galang.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengungkapkan bahwa dari sisi kuantitas, jumlah siswa penerima manfaat kini mencapai 21.030 orang—naik tajam dari sekitar 16.844 siswa sebelumnya. Tetapi, penyebaran layanan masih belum merata.
“Alhamdulillah, tanggapan dari sekolah-sekolah yang baru mendapatkan layanan sangat positif. Tapi memang wilayah hinterland belum tersentuh,” ujar Tri, Selasa (24/6).
Tri menjelaskan, saat ini tengah dipersiapkan pembukaan layanan baru di tiga kecamatan hinterland. Persiapannya meliputi pembangunan fisik, pengadaan peralatan, serta verifikasi kelayakan calon SPPG oleh BGN.
“Bisa saja nanti yang di hinterland justru lebih dulu beroperasi jika proses verifikasinya lebih cepat,” jelasnya.
Saat ini, 14 unit SPPG tersebar di mainland Batam: 3 di Batam Kota, 3 di Batu Aji, 2 di Nongsa, dan masing-masing 1 di Sagulung, Bengkong, Seibeduk, Batuampar, dan Sekupang.
Tri menekankan, kendali operasional SPPG berada penuh di bawah BGN dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dinas Pendidikan Batam hanya memantau pelaksanaannya di lingkungan sekolah.
“Kami baru turun langsung kalau ada persoalan khusus. Secara umum, pelaksanaannya diawasi oleh BGN,” katanya.
Program SPPG menjadi salah satu upaya strategis dalam memutus rantai stunting dan malnutrisi. Selain memberikan makanan bergizi kepada siswa, program ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi gizi sejak dini di lingkungan sekolah.
Tri berharap program ini bisa segera menjangkau semua kecamatan di Batam, termasuk hinterland, agar tidak terjadi kesenjangan pemenuhan gizi di kalangan pelajar.
“Anak-anak di pulau juga punya hak yang sama untuk tumbuh sehat dan cerdas,” tegasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK