Buka konten ini
LOMBOK (BP) – Tim SAR masih terus melakukan pencarian terhadap pendaki asal Brasil, Juliana Marins (JDSP), yang dilaporkan terjatuh di Gunung Rinjani pada Sabtu (21/6). Upaya penyelamatan yang telah berlangsung selama empat hari ini mengalami hambatan serius akibat cuaca buruk. Helikopter sempat dikerahkan untuk proses evakuasi, namun dihentikan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso, memimpin langsung koordinasi di lapangan dan menginstruksikan tim untuk mempercepat tahapan evakuasi. Karena helikopter tidak dapat digunakan, pencarian dilanjutkan dengan mengirim relawan ke lokasi yang diperkirakan berada di kedalaman sekitar 950 meter dari titik jatuh.
AKP Nicolas Osman, Kasi Humas Polres Lombok Timur, menyampaikan bahwa perwakilan Kedutaan Brasil telah mengunjungi Pos SAR Resort TNGR Sembalun untuk memantau langsung perkembangan operasi dan meminta penjelasan terkait hambatan teknis. Selain itu, bantuan logistik seperti makanan dan air telah berhasil dikirim ke lokasi korban menggunakan drone.
Tim SAR juga telah mencoba pendekatan lewat jalur vertical rescue dan berhasil mendekat sejauh beberapa ratus meter dari titik jatuh. Saat ini, tim masih terus berusaha mencapai korban sambil menunggu kondisi cuaca membaik serta tambahan perlengkapan evakuasi.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) NTB, Yarman, menyatakan bahwa kondisi korban belum dapat dipastikan. Dalam pemantauan drone terakhir pada 23 Juni pukul 07.05 WITA, korban terlihat tidak menunjukkan pergerakan. Namun, tim di lapangan belum berhasil menjangkau lokasi secara langsung.
Sebagai langkah antisipasi, pihak TNGR menutup sementara jalur pendakian dari Pelawangan Sembalun menuju puncak Rinjani mulai 24 Juni hingga waktu yang belum ditentukan, dengan alasan keselamatan tim evakuasi dan para pendaki.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepala Basarnas, Gubernur NTB, dan Kapolda NTB. Sebanyak empat helikopter telah disiapkan untuk memperkuat pencarian, dan seluruh upaya dilakukan secara serius. Ia berharap cuaca segera membaik agar evakuasi dapat berjalan lancar. Sebelumnya, medan yang terjal dan badai menjadi kendala utama dalam proses penyelamatan.
JDSP dilaporkan jatuh di kawasan Cemara Nunggal, jalur menuju puncak Rinjani, dan diduga terperosok ke arah Danau Segara Anak dengan kedalaman sekitar 150–200 meter. Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan dengan harapan korban dapat segera ditemukan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO