Buka konten ini
LEDAKAN hebat disertai kobaran api terjadi di sebuah kapal yang tengah diperbaiki di kawasan galangan PT ASL, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (24/6) sekitar pukul 14.15. Insiden itu menewaskan empat orang pekerja dan menyebabkan empat lainnya mengalami luka bakar serius, serta seorang luka ringan.
Keempat korban tewas telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri. Mereka adalah Gunawan Sinulingga, 46, warga Kelurahan Kibing, Batuaji; Hermansyah Putra, 30, asal Tanjung Uban Utara, Bintan; Berkat Setiawan Gulo, 22, warga Tapanuli Tengah; dan Janu Arius Silaban, 24, juga berasal dari Tapanuli Tengah.
Para korban meninggal merupakan pekerja subkontraktor PT MBB) dan subkontraktor PT OPS. Ledakan terjadi saat para pekerja melakukan pemotongan di bagian tangki kapal. Api tiba-tiba menyambar dan memicu ledakan besar. Beberapa pekerja terpental dan terbakar.
”Waktu itu kami lagi motong di bagian tangki, terus api langsung menyambar, meledak. Banyak orang di situ,” ujar Alatas Manopan Silaban, korban selamat yang kini dirawat di RS Mutiara Aini Batuaji.
Tiga korban lainnya dalam kondisi kritis dirawat di IGD RS Graha Hermine Batuaji. Mereka adalah Amel Rivensky Gembiran Nababan, 25, warga Perum Oase, Blok V No.07; Benni Silaban, 29, warga Bukit Rindang No. 180 Batuaji; dan Rekki Harianto Butarbutar, 25, warga Komplek Kwartakarsa Perdana Blok II No. 10 Lubukbaja. Dua lagi dilarikan ke RS Mutiara Aini, yakni Upik Abdul Wahid, 32, asal Flores Timur, dan Alatas Manopan Silaban, 31 asal Rohil.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan peristiwa tersebut. “Ada empat korban meninggal dan lima luka-luka,” ujarnya.
”Saat ini empat korban meninggal telah dibawa menuju RS Bhayangkara. Satu korban mengalami luka ringan,” tambahnya.
Suasana duka menyelimuti kamar jenazah. Tangis keluarga pecah, termasuk kekasih Hermansyah Putra yang jatuh pingsan saat melihat kondisi jenazah yang hangus terbakar.
Polisi bersama tim gabungan masih berjaga dan mengevakuasi korban di lokasi kejadian. “Kami juga sedang mendalami sumber api serta prosedur kerja di area tersebut,” lanjut Iptu Andi. Dugaan sementara, ledakan dipicu percikan api saat pemotongan logam di area tangki kapal.
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menyebutkan bahwa total sembilan orang menjadi korban dalam insiden ini.
“Hari ini kami mengonfirmasi telah terjadi kebakaran kapal di galangan PT ASL Tanjunguncang sekitar pukul 14.15 WIB. Kapal yang terbakar merupakan kapal jenis tanker dan sedang dalam proses perbaikan di bagian tangki oleh tenaga kerja dari pihak subkontraktor,” ujar AKP Bimo, Selasa malam di IGD RS Mutiara Aini.
Ia menegaskan, lokasi kejadian masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian guna memastikan keamanan.“Untuk sementara kami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran. Kami masih melakukan pendalaman bersama tim terkait. Dugaan awal masih kami telusuri,” tutup AKP Bimo.
Sementara itu, hingga kini, dua perusahaan subkontraktor—PT MBB dan PT OPS—belum memberikan pernyataan resmi. Namun, perwakilan perusahaan terlihat mendampingi para korban dan menyatakan siap bertanggung jawab atas perawatan.
Korban selamat, Manopan Silaban mengungkapkan, insiden bermula saat para pekerja tengah memotong bagian tangki kapal yang sedang diperbaiki. “Tiba-tiba api menyambar dan langsung meledak. Banyak orang di sekitar situ,” ujarnya singkat sambil menahan nyeri di tubuhnya.
Insiden ini menjadi pengingat keras pentingnya standar keselamatan kerja di industri galangan kapal. Pemerintah dan pihak terkait diminta segera mengevaluasi sistem keamanan agar kejadian serupa tidak terulang. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RYAN AGUNG