Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, membahas pelaksanaan nota kesepahaman kerja sama bidang ekonomi kreatif antara pemerintah Indonesia dan Prancis saat menerima kunjungan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Fabienne Penone di Jakarta pada Senin (23/6).
”Kami berkomitmen untuk segera mengimplementasikan kerja sama ini dalam bentuk nyata, baik di Indonesia maupun di Prancis, melalui berbagai subsektor seperti film, animasi, gam, desain, fesyen, hingga kriya,” kata Teuku Riefky dalam keterangan persnya pada Selasa (24/6) dikutip dari Antara.
Menteri Ekonomi Kreatif RI dan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, menandatangani nota kesepahaman kerja sama ekonomi kreatif antara kedua negara disaksikan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Jakarta pada 28 Mei 2025 lalu.
Dalam pertemuan dengan Duta Besar Prancis, Teuku Riefky mengemukakan inisiatif kolaborasi jangka panjang berupa Masterclass Program, pertukaran pelaku usaha kreatif, dan lokakarya yang diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Duta Besar Penone menyambut baik inisiatif tersebut. Dia mengemukakan pentingnya keberlanjutan pelaksanaan program bersama yang strategis dan berdampak.
”Kami siap menghadirkan para ahli dan pelaku industri dari sektor swasta untuk mendukung berbagai kegiatan pelatihan dan pengembangan kapasitas,” katanya.
”Pasar Prancis sangat kompetitif, tetapi Indonesia memiliki potensi besar dan harus percaya diri,” ia menambahkan.
Kerja sama bidang ekonomi kreatif antara pemerintah Indonesia dan Prancis diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha ekonomi kreatif di tataran global.
Pertemuan Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya dengan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Fabienne Penone dihadiri pula oleh sejumlah pejabat pemerintah dari kedua negara. (*)
Reporter : JP Group
Editor : Gustia Benny