Buka konten ini
KARIMUN (BP) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun mencatat terjadi peningkatan pilihan sekolah negeri oleh para orangtua pada sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun pelajaran 2025/2026. Khususnya, untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP).
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Ivit Ivizal, mengatakan, sampai dengan hari terakhir pendaftaran ulang murid baru tahun pelajaran 2025/2026 memang terjadi sedikit peningkatan, khususnya untuk tingkat SMP Negeri.
’’Secara umum hari ini (Senin, red) merupakan hari terakhir pendaftaran ulang secara offline. Sehingga, mulai besok atau Selasa tidak ada lagi sekolah yang membuka pendaftaran ulang. Namun, data sementara yang kita ada telah terjadi peningkatan 8 sampai 9 persen pilihan orangtua mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri,’’ ujarnya, Senin (23/6).
Sebagai contoh, katanya, di SMP Negeri 1 Karimun yang diberikan kuota 256 orang. Setelah pendaftaran ditutup jumlah yang mendaftar 349 orang. Artinya, dengan jumlah yang mendaftar sekolah tidak mampu menampung. Sehingga, saat pendaftaran ulang ditutup pada Minggu (22/6) jumlah yang diterima sebanyak 279 orang.
’’Jumlah 279 SMP Negeri 1 masih mampu menampung. Artinya, sesuai aturan dalam satu lokal atau rombongan belajar tidak sampai 40 orang. Misalnya, dalam satu kelas itu 38 atau 39 orang masih diperbolehkan. Kemudian, untuk anak-anak yang tidak tertampung, digeser ke sekolah terdekat yang masih ada dalam satu kecamatan atau sesuai dengan domisili,’’ jelasnya.
Dikatakannya, terjadinya peningkatan pilihan orang tua ke sekolah negeri salah satunya karena kondisi ekonomi. Yang jelas, Pemerintah Kabupaten Karimun menginginkan jangan sampai anak-anak tidak melanjutkan sekolah setelah tamat SD.
Kecuali jika memang tidak mendaftar ulang ke sekolah negeri, kemungkinan orangtuanya memilih ke sekolah swasta.
Menyinggung tentang kondisi SMP Negeri 4 Satap, Desa Pongkar, Kecamatan tebing, Ivit menyebutkan, laporan yang diterima pihaknya sampai dengan penutupan pendaftaran ulang sekolah tersebut hanya cukup satu kelas.
’’Artinya, dari dua kelas yang kita berikan kuota, hanya satu kelas yang daftar ulang ke sekolah tersebut. Sementara untuk tingkat SD negeri di Pulau Karimun tersebar merata murid barunya. Kecuali untuk di luar Pulau Karimun besar memang ada SD negeri yang jumlah murid barunya minim disebabkan kondisi jumlah penduduk,’’ terangnya. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : Iman Wachyudi