Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Ketua DPRD Provinsi Kepri, Iman Sutiawan menaruh atensi terhadap keluhan masyarakat mengenai pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib (RSUD RAT) Tanjungpinang. Sebagai bentuk respons, ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah sakit tersebut, Senin (23/6) pagi.
Pria yang merupakan Ketua DPD Gerindra Provinsi Kepri ini, melakukan sidak selama 2,5 jam lebih untuk memastikan satu persatu sentra pelayanan yang ada di RSUD RAT, Tanjungpinang tersebut. Dalam sidak ini, ia didampingi Plt Sekwan Provinsi Kepri, Ika Hasillah.
Pantauan di lapangan, Iman tiba di rumah sakit milik Pemprov Kepri tersebut pada pukul 09.00 WIB. Tempat pertama yang ia sorot adalah bagian pendaftaran yang berada di area depan dalam rumah sakit. Setelah itu, ia bergeser melihat sentra pelayanan penyakit dalam yang berada di lantai dua. Begitu juga ruangan pelayanan khusus jantung tidak ia lewatkan.
“Saya telah berdiskusi dengan masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit ini. Namun tidak ada keluhan tertentu,” ujarnya.
Mantan Legistor DPRD Batam ini juga mengatakan, dari hasil sidak yang telah ia lakukan, ada beberapa catatan yang sudah ia tegaskan ke pihak RSUD RAT Tanjungpinang. Pertama, jangan ada diskriminasi pelayanan kepada pasien yang menggunakan BPJS.
“Untuk pasien gawat darurat harus ditangani segera,” tegasnya.
Baginya pelayanan prima adalah sesuatu yang mutlak, apalagi untuk rumah sakit rujukan seperti RSUD RAT Tanjungpinang. Selain itu, ia juga meminta pihak rumah sakit untuk memperhatikan seluruh ruangan sampai toilet dalam kondisi yang baik.
“Ke depan harus ada pemisahan-pemisahan ruangan yang ideal. Sehingga pelayanan dan penggunaan alat-alat medis sesuai pada tempatnya,” tegasnya lagi.
Sementara itu, Direktur RSUD RAT Tanjungpinang, Dr. Bambang Utoyo mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk memberikan pelayanan prima. “Saat ini, kami sedang menggesa perbaikan AC Central untuk pendingan ruangan. Kemudian kami juga akan bekerjasama dengan RSAL untuk spesialis jantung,” ucapnya.
Dijelaskannya, saat ini, RSUD RAT Tanjungpinang sedang kekurangan dokter spesialis jantung. Karena ada yang sedang menempuh pendidikan lanjutan di Tiongkok.
“Kami sedaya upaya untuk memberikan pelayanan terbaik. Kami mohon maaf, jika terjadi pelayanan yang tidak pada tempatnya, karena terbatasnya sumber daya yang tersedia,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Sutana seorang pasien paska operasi jantung mengatakan, salah satu persoalan di rumah sakit ini yang perlu diperbaiki adalah sistem pendaftaran. Menurutnya, jika sudah melakukan pendaftaran online, harusnya tidak lagi mendaftar setelah datang ke rumah sakit.
“Terbatasnya dokter juga menjadi kendala kalau saya lihat disini. Seperti di layanan jantung, karena ratusan terkadang dalam satu hari,” ucapnya. (*)
Reporter : JAILANI
Editor : RYAN AGUNG