Buka konten ini
BATAM (BP) – Jumlah jemaah haji asal Debarkasi Batam yang wafat di Tanah Suci bertambah. Hingga Senin (23/6), Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam mencatat total sebanyak 25 jemaah yang wafat sejak pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama pada Mei 2025 lalu.
Sekretaris PPIH Debarkasi Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan para jemaah yang wafat berasal dari empat provinsi yang tergabung dalam Embarkasi Batam, yakni Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat. Sebagian besar dari mereka meninggal karena faktor usia lanjut dan penyakit bawaan yang kambuh selama menjalankan ibadah haji.
“Total jemaah haji Debarkasi Batam yang wafat sampai hari ini mencapai 25 orang. Mereka meninggal di beberapa tempat seperti Makkah, Madinah, Arafah, dan Mina,” ujar Zulkarnain saat dikonfirmasi, Senin (23/6).
Berdasarkan data yang diperoleh, jemaah yang wafat terdiri dari 18 laki-laki dan 7 perempuan, dengan usia termuda 49 tahun dan tertua 85 tahun. Penyebab kematian didominasi oleh cardiogenic shock, acute respiratory distress syndrome (ARDS), acute myocardial infarction, hingga infeksi sistemik seperti sepsis dan gangguan jantung kronis lainnya.
Zulkarnain menjelaskan, para jemaah tersebut meninggal dalam rentang waktu antara 8 Mei hingga 20 Juni 2025. Beberapa di antaranya wafat di fasilitas kesehatan seperti Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan Madinah, serta rumah sakit di Arab Saudi.
“Seluruh jemaah telah dimakamkan di tempat yang telah ditentukan otoritas setempat. Sebagian besar dimakamkan di Pemakaman Sharaye, Makkah, dan beberapa lainnya di Thaif maupun Dabbah,” ucapnya.
Salah satu jemaah yang wafat paling awal adalah Abdul Kadir dari Kepulauan Riau yang meninggal dunia pada 8 Mei 2025 di KKHI Madinah akibat intracerebral haemorrhage. Sementara yang paling akhir tercatat adalah Muhammad Saleh dari Kalimantan Barat, yang wafat pada 20 Juni 2025 pukul 01.35 waktu Arab Saudi akibat other shock.
“Secara keseluruhan, data jemaah yang wafat per 20 Juni 2025 terdiri atas Jambi 11 orang, Kalimantan Barat 5 orang, Kepulauan Riau 2 orang, dan Riau 7 orang,” terangnya.
Zulkarnain menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga seluruh jemaah yang wafat. Ia berharap keluarga diberi ketabahan dan menerima dengan ikhlas, mengingat para jemaah wafat dalam keadaan sedang menunaikan ibadah mulia di Tanah Suci.
“Kami terus memantau dan memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah yang masih berada di Tanah Suci. Tim kesehatan dan petugas kloter bekerja maksimal mendampingi jemaah,” tambahnya.
Saat ini, jemaah Debarkasi Batam masih berada di Makkah menjalani ibadah sunnah pasca-Armuzna. Pemulangan jemaah kloter pertama direncanakan dimulai pada akhir Juni 2025 melalui Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : RYAN AGUNG