Buka konten ini
BATAM (BP) – Kebakaran hebat melanda gudang limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) milik PT Desa Air Cargo yang berlokasi di Kawasan Pengelolaan Limbah Industri-B3 (KPLI-B3), Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Senin (23/6) malam. Api mulai terlihat sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung membesar, membakar hampir seluruh bagian gudang.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, yang turun langsung ke lokasi, mengatakan kebakaran bermula dari salah satu sudut ruangan dan cepat menyebar ke area lainnya. “Sampai sekarang masih dalam proses pemadaman, tapi api sudah mulai reda,” katanya.
Kebakaran sempat memicu ledakan karena di dalam gudang terdapat drum berisi bahan kimia berbahaya. Mes-ki demikian, ledakan tersebut dapat diatasi tanpa menimbulkan korban jiwa.
“Karena ada muatan limbah B3 dan drum berisi bahan kimia, sempat terjadi ledakan. Tapi semua sudah bisa diatasi,” ujar Tuty.
Tim gabungan dari pemadam kebakaran BP Batam, Pemko Batam, serta aparat kepolisian dikerahkan ke lokasi. Total delapan hingga sembilan unit mobil pemadam diterjunkan, lengkap dengan tangki air untuk menanggulangi kobaran api yang cukup besar tersebut.
Sebagai langkah pengamanan, BP Batam juga telah berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan pemadaman listrik di area terdampak untuk mencegah risiko lebih besar. Kawasan sekitar gudang pun sudah diamankan oleh petugas Ditpam BP Batam untuk mencegah api menjalar ke area lain.
“Untuk dampak ke lingkungan, nanti kita akan lihat lagi. Tapi kawasan sudah diamankan,” kata dia.
Tuty menyebut, insiden ini merupakan kebakaran pertama yang terjadi di kawasan KPLI-B3 Batam. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.
Dia juga memastikan bahan sitaan berupa sabu yang sebelumnya pernah disimpan di lokasi tersebut telah dimusnahkan sepenuhnya melalui mesin insinerator. “Sudah tidak ada yang tersisa. Semuanya sudah dimusnahkan,” tambahnya.
Pantauan di lapangan, kobaran api yang cukup tinggi membuat suasana di area tersebut tampak mencekam. Sejumlah armada pemadam kebakaran terlihat dikerahkan dan masuk ke dalam area perusahaan untuk melakukan proses pemadaman. Hingga berita ini diturunkan, letupan-letupan kecil masih terdengar dari titik kebakaran, menandakan api belum sepenuhnya padam.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun apakah terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga malam hari, petugas masih berjibaku dengan api yang sesekali disertai ledakan kecil. Warga sekitar diminta menjauhi lokasi demi keselamatan.
Informasi yang didapat Batam Pos dari warga sekitar, api mulai terlihat sejak pukul 19.00 WIB. Dugaan sementara korsleting listrik menjadi penyebab utama kebakaran. (*)
Reporter : YASHINTA – ARJUNA
Editor : RYAN AGUNG