Buka konten ini

Anambas (BP) – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas tengah menghadapi tantangan pelik dalam mengelola keuangan daerah. Kondisi fiskal yang belum stabil membuat sejumlah program dan kegiatan yang menyasar masyarakat harus ditunda sementara waktu.
Namun di tengah tekanan tersebut, Bupati Anambas, Aneng, menegaskan sikapnya: tidak akan mengambil jalan pintas dengan mengajukan pinjaman ke bank, seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
“Kita tidak akan pinjam ke bank. Saya tidak berani, mau kembalikan pakai apa? Aset kita terbatas, dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga kecil,’’ ujar Aneng kepada Batam Pos, Minggu (22/6).
Dalam situasi seperti ini, Aneng menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih hati-hati dalam mengelola keuangan. Ia meminta agar tak ada langkah gegabah yang bisa memperburuk kondisi fiskal daerah di masa depan.
“Kita tidak ingin mengambil langkah instan yang bisa membahayakan stabilitas fiskal daerah,” ujarnya.
Alih-alih berutang, Pemkab Anambas memilih untuk menempuh jalur penghematan dan efisiensi. Anggaran yang tersedia akan dioptimalkan, dengan memprioritaskan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Kita akan fokus pada apa yang paling dibutuhkan warga. Anggaran harus dikelola dengan cermat, jangan sampai membebani,’’ tegas Aneng.
Selain itu, Aneng juga mendorong seluruh kepala OPD agar lebih inovatif dalam menggali potensi penerimaan daerah. Ia menilai sektor perikanan, pariwisata, dan jasa masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan sebagai sumber PAD baru.
“Kita harus kreatif dan mandiri. Jangan terjebak dalam pola pikir konsumtif dan bergantung pada utang,” kata dia.
Pernyataan tegas ini sekaligus membantah spekulasi yang sempat beredar di masyarakat soal kemungkinan Pemkab Anambas akan mengajukan pinjaman untuk menambal kekurangan anggaran.
Aneng berharap, lewat sikap ini, semua pihak dapat bersinergi menjaga kesehatan fiskal Anambas. Ia percaya, dengan pengelolaan yang bijak dan bertanggung jawab, pembangunan daerah bisa tetap berjalan tanpa harus mengorbankan stabilitas jangka panjang. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO