Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) ke-XI tingkat Provinsi Kepulauan Riau resmi dibuka pada Sabtu (21/6) malam di Kota Tanjungpinang. Ajang dua tahunan ini mempertemukan para qari dan qariah terbaik dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri dalam panggung bergengsi untuk menampilkan kualitas generasi Qur’ani.
Kota Batam yang sebelumnya meraih gelar juara umum pada STQH X kembali hadir dengan kekuatan penuh. Sebanyak 22 peserta terbaik di berbagai cabang lomba telah disiapkan, didampingi oleh 40 pelatih dan ofisial. Mereka akan bertanding dengan tekad mempertahankan gelar tertinggi yang diraih pada edisi sebelumnya.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turut hadir dalam pembukaan acara. Ia menyampaikan kebanggaannya terhadap para peserta yang membawa nama besar Batam dalam ajang keagamaan tersebut.
“Saya percaya kafilah Batam sudah sangat siap. Mereka tidak hanya datang untuk bertanding, tetapi membawa semangat juang, kehormatan, dan harapan masyarakat Batam,” ujarnya.
STQH XI tahun ini mengangkat tema “Kafilah Bermartabat, STQH Membawa Barokah”, yang menekankan pentingnya membangun karakter Qur’ani dalam kehidupan masyarakat. Sebanyak 181 peserta dari seluruh Kepri ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung hingga 25 Juni mendatang.
Pada pembukaan, dilakukan prosesi penyerahan piala bergilir dari Wali Kota Batam kepada Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Piala tersebut kemudian diserahkan kepada Ketua LPTQ Kepri yang juga Wakil Gubernur, Nyanyang Haris Pratamura, sebagai simbol dimulainya kompetisi secara resmi.
Amsakar juga memberikan arahan langsung kepada kafilah Batam di CK Hotel & Convention Center Tanjungpinang. Ia berpesan agar peserta menjaga stamina, mental bertanding, dan tetap rendah hati di tengah persaingan.
“Kita datang dengan misi mempertahankan gelar juara umum. Tapi lebih dari itu, ini adalah bagian dari dakwah, bagian dari cara kita menyebarkan nilai-nilai Islam melalui prestasi,” tuturnya.
Keikutsertaan Batam dalam ajang ini bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam membangun sumber daya manusia yang religius.
Menurut Amsakar, pembinaan tilawah, hadis, dan rumah tahfiz terus mendapat dukungan berkelanjutan. Generasi Qur’ani, katanya, adalah fondasi penting bagi kemajuan peradaban.
“Karena itu, kegiatan seperti STQ dan MTQ selalu kami prioritaskan. Ini bukan hanya seleksi, ini pendidikan ruhani,” tegasnya.
STQH kali ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah Islamiah antardaerah. Suasana akrab dan hangat tampak di antara para kafilah, mencerminkan semangat persatuan dalam bingkai nilai-nilai Islam.
Peserta dari Batam akan berlaga di berbagai cabang seperti Tilawah Anak-anak dan Dewasa, Tahfiz 1 hingga 30 juz, Tafsir Al-Qur’an, serta cabang Hadis. Penampilan mereka menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan LPTQ Batam sejauh ini.
Dengan optimisme dan persiapan matang, Amsakar berharap para peserta tampil maksimal.
“Insyaallah, Batam bisa kembali membawa pulang piala juara umum. Kita doakan bersama,” pungkasnya. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK