Buka konten ini

INTAN, seorang Asisten Rumah Tangga (ART) asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga menjadi korban penganiayaan di sebuah rumah mewah di kawasan Sukajadi, Batam Kota. Wajahnya lebam dan tubuhnya dipenuhi memar, diduga akibat dianiaya oleh majikannya dan sesama rekan kerja.
Kasus ini terungkap setelah Intan berhasil meminjam ponsel tetangga dan menghubungi keluarganya. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Paguyuban Flobamora (Flores, Sumba, Timor dan Alor) Batam, yang langsung menindaklanjuti laporan itu.
“Hari ini (kemarin) kami dari Tim Flobamora mendatangi rumah majikan korban untuk meminta keterangan dan memastikan kondisi Intan,” ujar Jesicha, perwakilan Tim Flobamora Batam, Minggu (22/6).
Dari keterangan awal yang disampaikan Intan, diduga kekerasan dilakukan oleh majikannya sendiri. Bahkan, sang majikan disebut memerintahkan sesama ART di rumah itu untuk ikut melakukan penganiayaan terhadap korban.
“Majikan laki-laki sempat melarikan diri saat kami datang. Istrinya dan salah satu ART lain masih di lokasi dan kami ajak bicara,” jelas Jesicha.
Ketua Tim Flobamora Batam, Yulius, mengatakan pihaknya kini tengah mendampingi Intan untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Korban juga telah dibawa ke RS Elisabeth Batam Kota untuk mendapatkan perawatan medis atas luka-lukanya.
“Korban kini sedang ditangani tim medis, dan kami sudah ke Polresta Barelang untuk membuat laporan resmi,” tegas Yulius.
Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal.
“Korban sudah diarahkan untuk membuat laporan ke Polresta Barelang guna penanganan lebih lanjut,” ujar Bobby.
Kasus ini menambah deretan panjang kekerasan terhadap pekerja rumah tangga yang masih kerap luput dari perhatian. Warga berharap aparat dapat menindak tegas pelaku dan memberikan perlindungan maksimal bagi korban.
Sementara itu, Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKPPMP) Keuskupan Pangkal Pinang, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus atau yang akrab disapa Romo Paschal, juga ikut menaruh perhatian serius terhadap kasus ini. Ia mengecam keras kekerasan yang menimpa korban dan mendesak polisi segera bertindak.
“Pasien masih dirawat karena mengalami luka yang cukup parah. Keluarga juga sudah membuat laporan resmi ke Polresta Barelang. Saya atensi kasus ini dan berharap polisi segera menindak tegas pelaku,” tegas Romo Paschal. (***)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK