Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Akhmad Ma’ruf Maulana resmi terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) periode 2025–2029 dalam Musyawarah Nasional XI yang digelar di JS Luwansa Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (18/6). Ia terpilih secara aklamasi oleh peserta munas yang mengusung tema Optimalisasi Peranan Kawasan Industri Memperkuat Daya Saing Investasi Industri Manufaktur dalam Rangka Penciptaan Lapangan Kerja.
Dalam pidato perdananya, Ma’ruf menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diterimanya. Ia menekankan pentingnya kerja kolektif yang terstruktur untuk mendorong kawasan industri sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus kita emban bersama demi kemajuan kawasan industri di Indonesia,” katanya.
Ma’ruf menegaskan bahwa kawasan industri bukan semata entitas bisnis, tetapi juga instrumen pembangunan ekonomi. Ia mendorong pembentukan Badan Kawasan Industri Nasional (BKIN) yang berada di bawah Kementerian Perindustrian guna menjawab tantangan investasi secara menye-luruh—dari infrastruktur, penyederhanaan perizinan, hingga peningkatan sumber daya manusia terampil.
“Untuk menjawab tantangan investasi, dibutuhkan kelembagaan khusus seperti BKIN yang bisa memberi solusi menyeluruh,” ujarnya.
Ia menyoroti pentingnya sinergi antara infrastruktur fisik—seperti pelabuhan, lis-trik, air, dan jaringan gas—dengan tata kelola yang transparan, kepastian hukum, dan keamanan investasi. Menurutnya, HKI ke depan harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan kawasan industri modern yang ramah lingkungan, digital, dan berdaya saing tinggi di mata dunia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang hadir dalam munas tersebut, memberikan arahan strategis. Ia mendorong HKI untuk menyediakan data kuantitatif terkait kontribusi kawasan industri terhadap perekonomian nasional guna mendukung revisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
“Kita perlu kuantifikasi kontribusi kawasan industri agar regulasi ke depan benar-benar menjawab tantangan di lapangan,” ujar Agus.
Ia juga menyinggung sejumlah masalah klasik yang masih menghambat pengembangan kawasan industri, seperti kompleksitas perizinan, kebutuhan infrastruktur dasar, premanisme, hingga krisis air. Menurutnya, penyelesaian masalah tersebut membutuhkan pendekatan sistemik dan kolaboratif lintas sektor.
Dukungan terhadap kepemimpinan baru HKI juga datang dari daerah. Koordinator Wilayah HKI Batam dan Karimun, Adhy Prasetyo Wibowo, menyatakan apresiasi dan komitmen penuh dari seluruh pengurus HKI di Batam atas terpilihnya Akhmad Ma’ruf.
“Terpilihnya beliau merupakan wujud kepercayaan dan harapan besar dari seluruh kawasan industri di Indonesia untuk membawa HKI ke arah yang lebih maju, profesional, dan berintegritas,” ujar Adhy.
Menurutnya, HKI Batam siap mendukung penuh visi dan misi Ketua Umum dalam memperkuat posisi kawasan industri sebagai pilar pembangunan nasional. Ia juga menegaskan kesiapan untuk bersinergi dengan BP Batam dalam memperkuat daya saing ekonomi Batam pada periode 2025–2029.
“Di tengah ketidakpastian geopolitik global, kami tidak ingin pertumbuhan ekonomi Batam melambat karena kurang optimalnya antisipasi dari seluruh pemangku kepentingan. Mari bersama kita kawal Batam sebagai Bandar Dunia Madani, pintu gerbang investasi Indonesia, dan mercusuar industri nasional,” ungkap Adhy.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Akhmad Ma’ruf menutup pidatonya dengan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan industri untuk bersatu membangun ekosistem proinvestasi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. (*)
Reporter : FISKA JUANDA
Editor : RYAN AGUNG