Buka konten ini

Semangat dan konsistensi Alya Esa Nur Afifah dalam merintis usaha menjadi bukti bahwa siapa pun bisa menjadi wirausaha muda kreatif dan inspiratif, asal mau belajar dan tak mudah menyerah.
Berawal dari hobi dan menyukai dunia kuliner, terutama baking, Alya Esa Nur Afifah, atau akrab disapa Alya, 24, belajar membuat kue sejak duduk dibangku SMA, secara otodidak dengan melihat tutorial dari YouTube, ia mencoba terus hingga berhasil.
”Saya tergerak ingin punya bisnis sendiri, karena termotivasi dari toko kue sepupunya teman dan biar punya penghasilan sendiri juga,” ungkapnya sembari terkekeh.
Selain jualan kue secara online, kesibukan Alya saat ini adalah ia juga berjualan di kantin SMPN 40 Batam. Untuk usaha kuenya sendiri sudah berjalan lima tahun, dengan memproduksi di rumahnya, yang beralamat di Piayu, Puri Agung 3 Blok A3 Nomor 3.
”Kalau di kantin saya jualan snack dan bakso,” ucap Alya.
Alya memberikan nama usaha cake-nya dengan sebutan yacake.id, bukan tanpa alasan, ia mengambil dua huruf belakang dari namanya: ”ya”, lalu digabungkan dengan kata ”cake”, agar menjadi branding bahwa ia menjual cake.
”Nama yacake.id ini saya dapatkan saran dari Emira, teman saya,” imbuhnya.
Beberapa menu yang tersedia di yacake.id seperti, birthday cake dengan harga mulai dari Rp40 ribu-Rp400 ribu tergantung permintaan desain dan ukuran. Untuk birthday cake juga tidak ready stock, harus PO h-1 atau h-2 agar kuenya tetap segar.
Ada pula pilihan menu lain seperti dessert box, mille crepes, churros, mango sticky rice, ketan hitam lumer, cheesecuit, banoffee pie, dan cromboloni. Harga dimulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000. Alya juga menjual aneka kue kering untuk Lebaran, dengan harga mulai dari Rp95.000.
”Paling laris itu ada cromboloni cokelat, mango sticky rice, dessert box cokelat, dan birthday cake tipe bento cake,” sebut Alya.
Alya mengungkapkan, bahwa biasanya pesanan meningkat tajam saat Hari Ibu, valentine’s day, dan Lebaran. Terkadang dalam sehari ia bisa mendapatkan orderan kue hingga 10 buah, dengan omzet perbulannya kurang lebih berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5 juta.
”Sejauh ini sih masih mengerjakan sendiri, kalaupun sedang sibuk, biasanya dibantu keluarga saja,” beber Alya.
Alya bercerita, tak jarang ia mendapatkan orderan dari pembeli luar Batam, seperti Jakarta, Jogja, Malaysia, hingga Jerman, yang mana customer tersebut order untuk sahabat, keluarga, dan pacarnya yang ada di Batam. Customer Alya biasanya memesan melalui WhatsApp ataupun DM Instagram dengan nama @yacake.id.
”Sekarang lagi usaha supaya punya rumah produksi sendiri, biar bisa buka cake shop, jadi gak numpang di rumah ortu lagi,” ujar Alya sembari terkekeh.
”Doain semoga lancar ya keinginan Alya ini,” imbuhnya.
Menurutnya, hal tersulit menjadi seorang wirausaha adalah saat harus melawan rasa malas dan mager (malas gerak). Serta mempertahankan bisnis agar tetap jalan, dan jangan sampai berhenti. Bagi Alya, jatuh bangun dalam berbisnis adalah hal yang biasa, dan tidak perlu peduli dengan omongan orang yang merendahkan kita.
”Intinya jangan takut untuk memulai, jangan takut untuk berproses, dan jangan malu untuk mempromosikan sesuatu yang kita bisa buat,” tuturnya.
Alya menambahkan, tunjukkan skill kita di bidang apa, selagi bisa menghasilkan cuan kenapa tidak, dan untung rugi ibarat makanannya seorang pebisnis. Ia berharap, usahanya ini makin sukses, makin ramai pelanggan, dan menambah varian menu.
”Semoga yacake.id makin maju, dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain,” harapnya menutup perbincangan. (***)
Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI