Buka konten ini
BATANG (BP) – Ribuan sopir truk di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melakukan aksi protes besar-besaran dengan memblokade jalan pantai utara (Pantura) sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pelarangan kendaraan overdimension dan overload (ODOL).
Aksi ini mengakibatkan lalu lintas di jalur tersebut lumpuh selama hampir enam jam, dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, Kamis (20/6).
Sekitar 1.500 unit truk diparkir di sepanjang ruas jalan dari kawasan Clapar Subah hingga Banyuputih, dengan panjang mencapai 1,3 kilometer. Akibatnya, terjadi kemacetan parah yang merambat hingga belasan kilometer.
Menurut keterangan Nurkholis, koordinator aksi, peserta berasal dari seluruh kecamatan di Batang, termasuk pengemudi truk lokal dan luar kota. “Ini bentuk solidaritas para sopir untuk memperjuangkan nasib bersama,” ujarnya.
Massa menuntut pencabutan aturan pelarangan ODOL dan meminta agar tidak ada penindakan terhadap kendaraan dengan muatan berlebih. Selain itu, mereka juga menuntut agar praktik pungutan liar (pungli) yang sering terjadi di lapangan segera dihapuskan.
Nurkholis menyatakan bahwa banyak sopir sebenarnya tidak ingin membawa muatan berlebih, tetapi mereka terpaksa melakukannya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
Beberapa perwakilan sopir melakukan dialog dengan aparat kepolisian untuk menyampaikan aspirasi. Meski telah ada sejumlah poin kesepakatan yang akan diteruskan ke tingkat pengambil kebijakan, para peserta demo tetap enggan meninggalkan lokasi sebelum tuntutan mereka ditandatangani langsung oleh anggota DPRD atau bupati.
Kapolres Batang, AKBP Edi Rahmat Mulyana, mengatakan pihaknya telah menerapkan sistem contraflow guna mengurai kepadatan lalu lintas. “Sebagian pengemudi kami alihkan ke jalur tol agar tidak terjadi penumpukan,” jelasnya.
Bupati Batang, Faiz Kurniawan, akhirnya turun ke lokasi dan menemui massa secara langsung. Ia meminta agar para sopir segera membubarkan diri dan mempercayakan penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah.
“Sampeyan semua saudara saya, nanti tuntutannya akan saya teruskan ke gubernur dan pusat. Tolong bubar dengan tertib, yang di belakang bahkan ada ibu hamil menunggu antrean,” kata Faiz. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO