Buka konten ini
BANYUWANGI (BP) – Gunung Raung, yang menjulang setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl), menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Kamis dini hari (20/6), kamera CCTV di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung yang berada di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, merekam munculnya cahaya terang menyerupai api dari puncak gunung setinggi sekitar 200 meter.
Kepala PPGA Raung, Agung Tri Subekti, menyampaikan bahwa fenomena ini berlangsung cukup lama, yakni dari pukul 03.00 hingga sekitar pukul 05.00 WIB. Cahaya tersebut tampak kekuningan dan diduga bukan berasal dari lava pijar, melainkan fenomena yang disebut glowing, yaitu pantulan cahaya dari aktivitas di dalam kawah.
“Cahaya seperti ini biasanya tidak muncul setelah matahari terbit karena tertutup cahaya alami. Tapi selama malam hingga fajar tadi, terlihat sangat jelas dari pantauan CCTV,” ujar Agung, seperti dikutip dari Radar Banyuwangi, Jawa Pos Grup.
Menurut Agung, analisis sementara menggunakan citra satelit termal belum menunjukkan adanya anomali panas yang signifikan, menandakan bahwa suhu yang dipancarkan masih dalam level rendah. Ia juga menjelaskan bahwa kemungkinan cahaya tersebut berasal dari gas panas yang muncul melalui kawah terbuka akibat erupsi sebelumnya. ”Saat gas panas bertemu dengan asap atau uap, bisa membentuk efek visual seperti sinar api di rekaman CCTV,” terangnya.
Pasca erupsi pada Kamis (19/6), aktivitas seismik Gunung Raung mencatat enam kali gempa vulkanik, satu kali letusan, satu gempa tektonik jauh, serta tremor menerus dengan amplitudo berkisar antara 0,5 hingga 6 mm. “Data menunjukkan fluktuasi energi gempa, namun cenderung menurun pada Jumat, kemungkinan karena pelepasan fluida saat erupsi,” jelas Agung.
Mengenai sebaran abu vulkanik, ia membenarkan adanya laporan dari sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir, meskipun tidak semua daerah terdampak secara merata karena arah angin yang berubah-ubah. Dari uji sederhana menggunakan kertas, abu tipis terpantau, namun pada hari ini belum ada laporan baru.
Sebagai langkah antisipasi, Agung menyarankan warga agar mulai membawa masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, guna melindungi diri dari paparan debu vulkanik.
Sementara itu, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyuwangi di Kalibaru, Mad Sholeh, menyampaikan bahwa pihaknya telah membagikan masker di kawasan terdampak, khususnya Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru. “Kemarin abu terpantau di wilayah ini, jadi hari ini kami distribusikan masker ke sekolah dan warga sekitar,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO TEJO