Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Regenerasi menjadi misi Yolla Yuliana ketika memutuskan pensiun dari Timnas Indonesia. Hal ini berdasar pantauannya saat berlaga di AVC Nations Cup 2025.
Di mana, Filipina sudah banyak menurunkan pemain muda. “Saya harap pemain muda kita juga tidak kalah,” ungkap Yolla.
Surat pengunduran diri Yolla diserahkan kepada Pe-ngurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) pada Selasa (17/6). Yolla sendiri memulai debutnya di timnas pada 2008. Yakni, saat tampil di ajang Youth Girls Asia di Manila, Filipina. Timnas saat itu ditangani Lee Qiujiang.
Meski pensiun dari timnas, Yolla memastikan tetap berkarier di dunia voli profesional. “Saya masih akan bermain di Proliga dan Livoli. Saya hanya pensiun dari timnas saja,” ucapnya.
Eks pelatih timnas putri Risco Herlambang menyayangkan pensiunnya Yolla. Menurutnya, menginjak 31 tahun adalah usia produktif bagi pemain voli.
“Karena di luar juga kan kebanyakan pemain yang sudah 30-an,” bebernya.
Risco tahu persis bagaimana kualitas Yolla. Sebab, saat di timnas, keduanya sama-sama berjibaku untuk membawa medali perak SEA Games edisi Kuala Lumpur 2017. Apalagi, Yolla merupakan pemain yang bisa di berbagai posisi seperti opposite.
Selain itu, peran Yolla di lapangan seperti Wilda Siti Nurfadhilah. Yaitu, leadership untuk membimbing pemain yang lain di dalam lapangan. Namun, untuk pengganti di posisi middle blocker (MB), Risco tidak terlalu khawatir. Menurutnya, stok pemain di posisi ini cukup melimpah. Hal itu tak lain karena di kompetisi seperti Proliga, biasanya posisi middle blocker diisi pemain lokal. Sedangkan, pemain asing lebih banyak di posisi outside hitter hingga opposite sebagai pencetak poin.
Karenanya, Risco menilai di beberapa tahun terakhir bakal muncul nama-nama baru. Seperti Maradanti Namira hingga Chlesa Berliana. Ke-dua pemain sama-sama menjadi bagian skuad Indonesia untuk tampil di Kejuaraan Dunia U-21 2025 pada 7-17 Agustus di Surabaya.
Di level senior, event terdekat adalah SEA V. League yang berlangsung 25-27 Juli di Hanoi dan 1-3 Agustus di Bangkok. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG