Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto segera menyapa perbatasan. Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi salah satu daerah awal pelaksana program Sekolah Rakyat (SR), yang akan dimulai pada tahun ajaran 2025/2026.
Kuota perdana dibuka hanya untuk 50 siswa. Hingga pertengahan Juni, sebanyak 24 calon siswa telah mendaftar.
“Informasi terakhir, sudah ada 24 orang yang mendaftar,” ujar Sekretaris Daerah Anambas, Sahtiar, di Kantor Bupati, Senin (16/6).
Tanpa merinci lebih lanjut, Sahtiar menyebut para pendaftar berasal dari berbagai jenjang pendidikan: sekolah dasar, menengah pertama, hingga atas. Pendaftaran masih terbuka, sembari menanti kepastian sistem pembelajaran dari pemerintah pusat.
Sebelum program dimulai, tim survei dari pusat sudah lebih dulu meninjau langsung ke lapangan. Mereka memeriksa kesiapan gedung dan tenaga pendidik yang akan mengajar di Sekolah Rakyat. Untuk tahap awal, kegiatan belajar akan menggunakan salah satu bangunan sekolah yang ada di Palmatak.
“Sambil menunggu bangunan baru dari pusat, kita manfaatkan gedung yang tersedia,” kata Sahtiar.
Meski pendaftaran sudah dibuka, desain sistem pendidikannya belum difinalisasi. Pemerintah daerah masih menanti keputusan dari Kementerian Sosial: apakah modelnya akan menerapkan sistem full day school atau boarding school.
“Kami di daerah hanya fokus pada penerimaan siswa dulu. Soal sistem, masih menunggu arahan pusat,” ujarnya.
Sahtiar berharap Sekolah Rakyat bisa menjadi angin segar bagi masa depan generasi muda di Anambas. Tak hanya menyediakan akses pendidikan yang layak, ia melihat program ini sebagai bagian dari solusi jangka panjang terhadap persoalan sosial di wilayah perbatasan.
“Kami berharap Sekolah Rakyat bisa menciptakan peluang kerja, menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu, dan membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik,” ujarnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO