Buka konten ini
LANGIT pagi di Turki tengah, Minggu (15/6), berubah muram ketika dua balon udara wisata jatuh dalam insiden terpisah tak lama setelah lepas landas dari Lembah Ihlara, sebuah destinasi favorit yang dikenal dengan lanskap dramatis dan tur balon udaranya.
Insiden pertama terjadi tak jauh dari Desa Gözlukuyu. Balon yang membawa rombongan wisatawan asal Indonesia mendarat keras akibat perubahan arah angin yang mendadak. Pilot balon, yang berusaha mengendalikan arah terbang, terjatuh dari keranjang setelah kakinya tersangkut tali. Tubuhnya terhimpit keranjang saat pendaratan. Ia tewas seketika.
“Sayangnya, pilot kami meninggal dalam insiden ini,” ujar Gubernur Aksaray, Mehmet Ali Kumbuzoglu.
Sebanyak 19 turis Indonesia mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Meski mengalami cedera, otoritas memastikan tak ada yang berada dalam kondisi kritis.
Tak lama berselang, insiden serupa terjadi di Desa Belisirma, Distrik Güzelyurt. Balon udara yang juga berangkat dari Lembah Ihlara mendarat keras dan menyebabkan 12 wisatawan asal India terluka ringan. Mereka kini dirawat untuk observasi lebih lanjut.
Rekaman dari kantor berita Ilhas memperlihatkan keranjang balon yang terguling dan balon kempis di tanah, sementara tim penyelamat sibuk mengevakuasi para korban.
Balon udara telah lama menjadi ikon wisata wilayah tengah Turki, terutama di kawasan Cappadocia, situs warisan dunia UNESCO yang terkenal dengan “cerobong peri” serta gereja-gereja gua kuno. Dari ketinggian, para wisatawan dimanjakan pemandangan lanskap vulkanik yang memukau. Namun, di balik keindahannya, risiko tetap membayangi.
Insiden ini memantik kembali kekhawatiran soal keselamatan wisata balon udara di kawasan tersebut. Dua tahun silam, dua wisatawan asal Spanyol tewas dalam kecelakaan serupa saat tur balon di Cappadocia.
Wisata di langit memang menjanjikan pengalaman luar biasa. Namun, tragedi ini mengingatkan: menantang angin tak selalu berakhir indah. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO