Buka konten ini
WASHINGTON (BP) – Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk menambah daftar negara yang akan dikenakan pembatasan masuk ke Negeri Paman Sam.
Merujuk memo internal yang dilihat oleh The Washington Post, setidaknya, ada 36 negara dalam daftar, termasuk beberapa mitra utama AS seperti Mesir dan Djibouti.
Ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio, memo tersebut telah dikirim kepada para diplomat negara tersebut. Memo itu berisi pernyataan bahwa pemerintah 36 negara tersebut memiliki waktu 60 hari untuk memenuhi persyaratan baru yang ditetapkan oleh Departemen Luar Negeri AS.
Alasan negara-negara tersebut masuk dalam daftar pembatasan adalah karena belum memenuhi berbagai tolok ukur. Seperti tidak ada otoritas pemerintah pusat yang kompeten atau kooperatif untuk menyediakan dokumen identitas yang dapat dipercaya. Ada pula karena sebagian besar warganya telah melanggar ketentuan visa di AS.
“Namun, memo itu menyebutkan pengecualian. Jika suatu negara bersedia menerima warga negara pihak ketiga yang dideportasi dari AS, maka kekhawatiran lainnya dapat dipertimbangkan kembali,” tulis The Washington Post.
Menyusul 12 Negara Sebelumnya
Sebelumnya, Trump telah melarang warga dari 12 negara untuk masuk ke AS.
Sementara warga dari tujuh negara lainnya seperti Burundi, Kuba, Laos, Sierra Leone, Togo, Turkmenistan, dan Venezuela masih dapat masuk ke AS, Namun, dengan sejumlah batasan tertentu.
Kebijakan pembatasan 36 negara tambahan itu bertepatan dengan ulang tahun (ultah) ke-79 Trump. Sayangnya, ultah Trump malah direspons oleh jutaan warga AS di seluruh negeri yang turun ke jalan untuk melakukan aksi demo bertema ”No Kings”. Warga Amerika berunjuk rasa secara massal di berbagai komunitas untuk menolak berbagai kebijakan dan cara kepemimpinan Trump yang dinilai otoriter.
Aksi protes No Kings muncul di tengah meningkatnya ketakutan akan kekerasan politik yang terjadi usai dua politisi Demokrat dan pasangan mereka ditembak di Minnesota beberapa jam sebelum unjuk rasa. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO