Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Permintaan hewan kurban di Batam tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan permintaan dirasakan langsung oleh pedagang dan peternak, sementara harga tetap stabil sehingga disambut positif oleh masyarakat.
Musofa, pedagang hewan kurban di kawasan Temiang, Sekupang, menyebut penjualannya jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.
“Alhamdulillah, lebih banyak dibanding tahun kemarin. Di kandang saya, sapi hampir 200 ekor dan kambing sekitar 380 ekor sudah terjual. Harganya masih sama seperti tahun lalu,” ujarnya, Jumat (6/6).
Ia menyebutkan, tren pembelian meningkat sejak sepekan terakhir. Hewan kurban dipasok dari luar daerah seperti Kupang, Bali, dan Lampung.
Pedagang lainnya, Ardi, juga mengalami peningkatan penjualan hingga dua kali lipat dari tahun lalu. “Tahun ini saya jual 80 ekor sapi dan 300 kambing. Tahun lalu hanya sekitar 40–45 sapi. Ini belum termasuk dua hari terakhir menjelang hari H, biasanya makin ramai,” katanya.
Harga sapi bervariasi tergantung jenis dan bobot. Sapi bali berbobot 220 kilogram dijual Rp21 juta–Rp35 juta, sapi PO (peranakan ongole) 300–400 kilogram dijual Rp30–35 juta, sedangkan sapi limosin berbobot di atas 660 kilogram bisa mencapai Rp65 juta.
Harga yang stabil disambut baik oleh masyarakat. Yusran, warga Tiban, mengatakan ia bisa kembali berkurban bersama keluarga. “Kami beli kambing Rp3 juta, patungan satu keluarga. Sehat dan sudah diperiksa juga,” katanya.
Fitri, warga Bengkong, juga mengaku lebih mudah berkurban tahun ini bersama rekan kantornya. “Kami beli sapi Rp33 juta untuk tujuh orang. Pilihannya banyak dan harga tidak naik,” ucapnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, menyebut kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 10.000 ekor, terdiri atas sekitar 4.000 sapi dan 6.000 kambing. “Semua hewan yang masuk Batam diperiksa di daerah asal dan dikarantina saat tiba. Kami juga lakukan pengawasan menjelang penyembelihan,” jelasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK