Buka konten ini
Pemerintah berencana mempermanenkan stairlift dan ramp, dua fasilitas baru di Candi Borobudur yang dipasang untuk kunjungan Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto. Tokoh agama yang sudah menjajalnya memastikan bahwa keduanya tidak merusak struktur candi.
SETELAH kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang didampingi Presiden Prabowo Subianto selesai, dua fasilitas baru itu langsung diperlihatkan kepada para wartawan, Kamis (29/5): stairlift dan ramp. Keduanya dipasang di salah satu sisi candi yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng), tersebut.
Ramp berbentuk seperti jembatan, sedangkan stairlift adalah alat angkut di tangga. Bentuknya berupa kursi bermotor yang dirancang untuk membantu orang naik dan turun tangga dengan aman dan nyaman. Stairlift dipasang di sepanjang rel yang mengikuti jalur tangga (baik lurus maupun berbelok) dan digerakkan oleh motor listrik.
Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia Jateng Tanto Harsono termasuk yang mendukung adanya fasilitas stairlift dan ramp itu. Ia me-ngaku sudah menjajal dan mendapat penjelasan bahwa tumpuan dari stairlift dipasangkan ke besi base plate yang di bawahnya sudah dilapisi rubber mat.
“Tadi sudah dijelaskan kalau besi itu tidak bersentuhan langsung dengan batu candi, dan pemasangan besi penahan kursi stairlift ini di base plate tersebut,” katanya kepada Radar Magelang (grup Batam Pos).
Tanto mengaku sangat terbantu, apalagi ia baru menjalani operasi dan harus menggunakan bantuan tongkat untuk berjalan. ”Kaki saya yang biasa sakit dan kalau jalan harus pakai tongkat, dengan adanya stairlift ini sangatlah membantu,” ucapnya di kompleks Borobudur, kemarin.
Demikian pula Biksu Phrakhruwinaitorn Rungdet atau Anusiri. Ia sangat berharap para pemangku kepentingan bisa mendukung adanya fasilitas tersebut secara permanen di Borobudur.
”Saya berharap fasilitas ini bisa digunakan dan dioperasionalkan untuk wisatawan atau pengunjung lansia,” katanya.
Apalagi, lanjutnya, para tokoh agama juga banyak yang usianya sudah lanjut. “Saya sudah melihat sendiri kalau fasilitas stairlift ini tidak merusak struktur batu candi, sebab sudah dilandasi karet khusus,” katanya.
Keinginan Biksu Phrakhruwinaitorn sepertinya bakal terkabul. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menambahkan, kedua fasilitas itu akan dicoba untuk dipermanenkan di Borobudur.
“Seluruh cagar budaya di dunia sudah terpasang (fasilitas seperti itu). Apalagi, fasilitas ini juga sudah lama kita rencanakan,” kata Fadli seusai kunjungan kedua presiden.
Untuk saat ini, lanjut Fadli, stairlift masih portabel. “Dan, tidak ada satu mur atau baut pun yang merusak batuan Candi Borobudur,” ujarnya. (***)
Laporan: ROFIK SYARIF GP
Editor: RYAN AGUNG