Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mulai bersiaga menghadapi potensi masuknya kembali virus Covid-19. Langkah ini diambil menyusul lonjakan kasus di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Meski hingga saat ini belum ada laporan warga Tanjungpinang yang terpapar, Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, memastikan jajarannya tetap meningkatkan kesiapsiagaan di berbagai lini. “Kami memperkuat kesiapan, baik di dinas, rumah sakit, maupun puskesmas. Ini juga sejalan dengan arahan dari Kementerian Kesehatan melalui surat resmi yang kami terima beberapa waktu lalu,” ujar Rustam, Minggu (1/6).
Langkah antisipatif itu mencakup koordinasi lintas sektor, terutama dengan Balai Karantina Kesehatan (BKK) yang bertanggung jawab memantau perlintasan orang di pintu-pintu masuk, seperti Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) dan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF).
“Kami akan menggelar pertemuan dengan para pemangku kepentingan kesehatan di daerah, termasuk rumah sakit, balai karantina, dan puskesmas,” ujarnya.
Selain memperketat pemantauan, Dinkes Tanjungpinang juga meningkatkan verifikasi tren kasus melalui pelaporan rutin dari fasilitas layanan kesehatan. Tim Gerak Cepat (TGC) diaktifkan kembali untuk mendeteksi serta merespons lebih dini potensi lonjakan kasus.
Rustam juga mengimbau masyarakat agar kembali menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan awal. “Cuci tangan secara berkala, dan bagi masyarakat yang sakit, mohon gunakan masker saat berada di kerumunan,” ujarnya.
Meski belum tampak ancaman nyata, Tanjungpinang memilih tak lengah. Pengalaman masa lalu mengajarkan bahwa wabah bisa menyebar dalam hitungan hari jika tidak diantisipasi sejak dini.
Tak hanya di Tanjungpinang saja. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun juga langsung mengambil langkah antisipatif. Salah satu upaya utamanya adalah kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada dan membiasakan hidup bersih dan sehat dalam keseharian.
“Langkah-langkah yang bisa dilakukan cukup sederhana. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Jika merasa kurang sehat, kenakan masker saat berada di tempat ramai,” kata Hasbi, Pelaksana Tugas Kabid Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Dinkes Karimun, saat dihubungi Batam Pos (Jawa Pos Group), Minggu (1/6).
Selain itu, ia menekankan pentingnya deteksi dini. Jika mengalami demam atau gejala infeksi saluran pernapasan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. ”Gejala seperti itu bisa menjadi indikasi awal paparan Covid-19,” ucapnya.
Hasbi memastikan bahwa Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas di Karimun terus memantau perkembangan situasi. Salah satunya melalui penerapan sistem kewaspadaan dini dan respon (SKDR), yang memungkinkan petugas kesehatan turun langsung ke lapangan memantau kondisi masyarakat.
Sistem tersebut, lanjut Hasbi, telah terintegrasi dengan layanan kesehatan pelabuhan. Dengan begitu, jika ada temuan kasus dengan ciri-ciri mirip Covid-19, proses koordinasi akan segera dilakukan agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Namun, saat dikonfirmasi terkait kesiapan di pintu masuk pelabuhan, Balai Karantina Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjungbalai Karimun belum memberikan respons. Kepala kantor, Novi Hendri, belum menjawab panggilan telepon maupun pesan singkat via WhatsApp.
Sebagai catatan, pada masa awal pandemi, setiap penumpang dari luar negeri yang tiba di Karimun wajib mengisi health card atau kartu kesehatan berwarna kuning yang dibagikan oleh kru kapal. Namun saat ini, prosedur itu sudah tidak lagi diberlakukan. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL – SANDI PRAMOSINTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO