Buka konten ini
SAN FRANCISCO (BP) – Perusahaan akal imitasi (AI) milik Elon Musk, xAI, menyepakati kerja sama strategis dengan aplikasi Telegram. Mereka akan mengintegrasikan chatbot canggih Grok ke dalam platform itu selama setahun penuh. Telegram akan menerima dana USD 300 juta (setara Rp4,8 triliun dengan kurs Rp16.330 per USD) dalam bentuk tunai dan saham sebagai bagian dari kesepakatan itu.
“Pada musim panas ini, pengguna Telegram akan mendapatkan akses ke teknologi AI terbaik di pasar,” ujar CEO Telegram Pavel Durov yang dilansir Cointelegraph, Kamis (29/5).
TechCrunch juga menulis, Telegram bakal memperoleh pula 50 persen pendapatan dari langganan Grok yang dibeli langsung melalui aplikasi tersebut. Langkah itu dinilai sebagai manuver penting bagi Telegram untuk memperkuat posisinya dalam lanskap teknologi pesan instan berbasis AI.
Meski kesepakatan belum ditandatangani secara formal, Musk mengonfirmasi bahwa kerja sama itu telah disetujui secara prinsip. Artinya, Durov meluruskan, kesepakatan telah dicapai secara prinsip, tetapi sejumlah formalitas administratif masih dalam proses.
Langkah kolaboratif itu tidak hanya mempertegas posisi xAI sebagai salah satu pemain utama AI dunia, tetapi juga memperkuat Telegram sebagai platform masa depan untuk percakapan yang diperkaya AI. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO