Buka konten ini
PSIS Semarang kabarnya didekati salah satu pemegang saham Persib Bandung. Di Liga 2 musim depan, mereka bakal satu grup dengan Persipura dan sejumlah klub berpengalaman lain.
KLUB Liga 2 sebenarnya punya jatah tiga pemain asing. Tapi, meski kontraknya masih tersisa setahun lagi, bintang PSIS Semarang Gali Freitas sudah menegaskan tidak akan membela panji Mahesa Jenar di kompetisi strata kedua musim depan.
”Saya pergi dari klub yang luar biasa, klub terbesar di Jawa Tengah. Dan klub yang mempunyai sejarah panjang di Indonesia,” beber pemain asal Timor Leste itu di akun Instagram pribadi.
Setelah klub juara Liga Indonesia 1998-1999 itu dipastikan terdegradasi dari Liga 1, salah satu tantangan terbesar menghadapi Liga 2 musim depan adalah potensi kepergian para pilar. Mengutip Radar Semarang (grup Batam Pos), Septian David Maulana dikabarkan diminati PSIM Jogjakarta, Malut United, dan Bhayangkara FC. Alfeandra Dewangga dikaitkan dengan Persib Bandung, sedangkan kiper Adi Satriyo kemungkinan balik ke klub lamanya, Persik Kediri.
Dan, seperti Freitas, dua penggawa asing lainnya, Boubakary Diarra serta Joao Ferari, juga sudah berpamitan. ”Kalau yang pamitan memang kita lepas. Sejauh ini yang komunikasi baru Gali Freitas,” jelas Direktur Utama PSIS Agung Buwono kepada Radar Semarang, Jumat (28/5).
Liga 2 adalah ”rimba raya” yang tak mudah dilalui. Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC, dua mantan jawara strata teratas sebagaimana PSIS, sudah mengalaminya. Apalagi, di Liga 2 musim depan, tim yang juga pernah meraih gelar Divisi Utama Perserikatan
itu dipastikan berada di wilayah timur yang di antaranya berisi tim-tim berpengalaman seperti Persipura Jayapura, Persela Lamongan, dan Deltras Sidoarjo. Juga, dua klub yang terdegradasi pula dari Liga 1 musim ini: PSS Sleman dan Barito Putera.
Jadi, bisa dibayangkan beratnya tantangan PSIS di Liga 2 musim depan jika eksodus besar-besaran terjadi. Apalagi jika manajemen baru tak segera terbentuk dan bergerak.
PSIS bisa dibilang ”tim provinsi”. Kecuali mungkin di Solo dan sejumlah kecil kota lain di pesisir pantai utara bagian timur, warga Jawa Tengah pada umumnya mengidentikkan diri mereka dengan PSIS. Sebagaimana juga orang Jawa Barat dengan Persib Bandung dan warga Sulawesi Selatan dengan PSM Makassar.
Otomatis basis pendukungnya masif. Ditambah gelar di era Perserikatan dan Liga Indonesia, Freitas tidak sedang berbasa-basi ketika menyebut Mahesa Jenar sebagai klub dengan sejarah panjang di Indonesia. Wajar pula kalau dia berharap PSIS bisa segera balik ke Liga 1. ”(Sebab) tempat kalian bukan di Liga 2,” ujarnya.
Dan, sosok CEO (Chief Executive Officer) Yoyok Sukawi-lah yang dianggap biang keterpurukan tim yang dulu dikenal sebagai si jago lapangan becek tersebut. Yoyok dianggap gagal mencegah terjadinya krisis keuangan yang bermuara pada tersendatnya gaji para pemain, yang pada akhirnya jadi salah satu penyebab buruknya performa tim.
Karena itulah, para suporter Mahesa Jenar pun satu suara: anggota Komite Eksekutif PSSI itu harus mundur. ”Karena (Yoyok Sukawi) dirasa gagal membawa tim kebanggaan Semarang berprestasi dan bertahan di kompetisi BRI Liga 1,” kata Nur Yahya, ketua Snex, salah satu kelompok suporter PSIS, kepada Jawa Pos (grup Batam Pos).
Yahya juga menuntut agar pemegang saham segera menggelar rapat umum pemegang saham. Juga, mempersiapkan tim secepatnya untuk Liga 2 musim depan. ”Mengganti semua jajaran manajemen sebelumnya yang dinilai tidak bisa menjalankan mandat dan pekerjaan yang benar,” ucapnya.
Yoyok pun akhirnya meminta maaf atas terdegradasinya PSIS kepada seluruh suporter dan warga Semarang. ”Sebagai CEO klub, saya bertanggung jawab atas kejadian musim ini,” terangnya dalam pernyataan resmi.
Dia menyebut sudah melunasi utang-utang lama PSIS. Juga, berjanji segera melunasi tunggakan hak para pemain. ”Saat ini, saya sendiri sudah menyerahkan pengelolaan PSIS kepada pemegang saham dan menginstruksikan kepada direktur utama, Bapak Agung Buwono, untuk mencari investor baru yang bersedia mengelola PSIS ke depannya,” katanya.
Ada kabar salah seorang pemegang saham Persib berminat menanam investasi di PSIS. Namun, Agung masih malu-malu mengakui. ”Ya belum tahu ya, komunikasi sih ada. Tiwas aku ngomong mengko rak sido (ketimbang saya sudah berbicara tapi kemudian tidak jadi), nanti publik kecewa. Jadi, tunggu dulu,” katanya.
Terkait persiapan PSIS menghadapi Liga 2, Agung menyebut telah melakukan berbagai persiapan dan sudah siap bertarung di Liga 2. ”Persiapan sudah mulai, sambil nunggu investor baru persiapan. Kita juga tata, jadi biar gak telat,” katanya. (***)
Laporan: FARID S. MAULANA-MUHAMMAD HAROYANTO
Editor: RYAN AGUNG