Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui UPT Pengelolaan Dana Bergulir Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) terus menggulirkan bantuan modal usaha bagi pelaku usaha mikro. Data hingga Kamis (23/5) lalu, sebanyak 13 pelaku usaha telah menerima pencairan dana dengan total nilai mencapai Rp1,295 miliar.
Selain itu, masih terdapat empat pelaku usaha dalam proses pengajuan, dengan nilai pinjaman mencapai Rp500 juta.
“Kami mulai menyalurkan dana secara efektif pada Februari 2025 setelah adanya perubahan regulasi. Sebelumnya menggunakan Akta Kuasa untuk Menjual (KUM), kini berganti menjadi Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT) elektronik,” ujar Kepala UPTD Pengelolaan Dana Bergulir, Zulfahri.
Ia menjelaskan, bentuk jaminan tetap berupa sertifikat tanah dan bangunan. Saat ini, sertifikat terdiri atas dua jenis, yakni analog (berwarna hijau) dan elektronik. Perubahan sistem ini bertujuan memberikan kepastian hukum yang lebih kuat dalam proses penyaluran dana.
Meskipun terjadi perubahan regulasi, Pemko Batam tetap mempertahankan suku bunga pinjaman sebesar 4 persen per tahun, dengan tenor maksimal lima tahun. Skema ini berlaku bagi pelaku usaha mikro maupun koperasi.
“Pelaku usaha bisa mengakses pinjaman hingga Rp150 juta dengan bunga flat 4 persen per tahun dan jangka waktu maksimal lima tahun,” katanya.
Dana bergulir ini, lanjut Zulfahri, merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan UMKM. Tahun ini, Pemko Batam menargetkan penyaluran dana bergulir mencapai Rp11 miliar.
Untuk menjamin efektivitas program dan mencegah kredit macet, pihaknya rutin menggelar pelatihan serta bimbingan teknis bagi penerima manfaat.
“Kami ingin dana ini benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya, dan bisa terus digulirkan untuk pelaku usaha lain,” tegasnya.
Zulfahri juga mengimbau pelaku UMKM agar tidak ragu memanfaatkan program ini sebagai tambahan modal, terutama di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“Harapannya, dana bergulir ini bisa mendorong UMKM bertahan dan tumbuh, serta menjadi penggerak utama roda perekonomian di Batam maupun secara nasional,” pungkasnya. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK