Buka konten ini
Kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes akhirnya buka suara setelah Komdis PSSI memangkas hukuman larangan bertanding terhadap dirinya dari 12 bulan menjadi tiga bulan.
Yuran Fernandes mendapat hukuman tersebut karena komentar tajamnya dalam mengkritik dinamika persepakbolaan di Liga 1. Kini ia setidaknya sudah agak lega meski tetap mendapat hukuman skorsing.
”Saya merasa lebih baik dari pada sebelumnya. Banyak orang di Indonesia merasa larangan 12 bulan untuk berkomentar di sebuah laga tidak adil dan tidak masuk akal,” ungkap Yuran dikutip dari FIFPro.
Hal ini membuat dirinya lebih rileks lagi dalam menyikapi ini. Hukuman tersebut berlaku mulai saat ini dan juga saat libur kompetisi, sehingga saat Liga 1 musim depan kembali bergulir Agustus mendatang, ia sudah bisa bermain.
Pemain asal Cape Verde ini juga berterima kasih atas dukungan dari para pemain lain di Liga 1 meski bukan hanya dari rekan setimnya.
”Banyak pemain lokal dan asing di Liga 1 menyatakan dukungan dan juga akan menghadapi bersama masalah hukuman 12 bulan itu. Mereka juga sama-sama menyuarakan di Instagram bahwa hukuman tersebut sangatlah berat bagi pemain sepak bola,” imbuhnya.
Dari kasus ini, Yuran pun mengambil pelajaran bahwa ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.
”Saya mengambil hikmah dari sanksi ini bahwa meskipun saya punya kebebasan bersuara, tetapi saya juga harus mempertimbangkan dampaknya sebelum menyuarakan kritik tajam,” pungkasnya.
Sementara itu, Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Andritany menyatakan pihaknya tidak bisa mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga karena hukuman Yuran hanya tiga bulan saja.
”Secara teknis kami tidak bisa mengajukan banding ke CAS; hanya sanksi di atas tiga bulan yang bisa diajukan banding. Kami harus menghormati keputusan Komite Banding,” kata Andritany.
Sejujurnya, APPI lebih berharap tak perlu ada sanksi karena Yuran hanya mengutamakan kekecewaannya lewat sebuah kritikan tajam.
”Kami lebih suka tidak ada sanksi sama sekali, karena argumen kami adalah Yuran mengungkapkan kekecewaannya, dan jika ada yang salah dengan itu, maka dia sudah mengklarifikasi dan meminta maaf sebelumnya,” tutup kiper Persija ini. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI