Buka konten ini





BATAM (BP) – Dari pelabuhan yang menjadi titik pulang para pekerja migran, hingga halaman upacara yang menyambut ribuan abdi negara baru, dan markas militer yang membakar berton-ton narkoba di Batam pekan ini menjadi tiga peristiwa besar yang menggambarkan denyut nadi negara dalam melindungi, melayani, dan menyelamatkan warganya. Suasana Pelabuhan Internasional Batam Center menjadi saksi haru, Kamis (22/5), ketika 74 warga negara Indonesia (WNI) dipulangkan dari Malaysia. Dari jumlah tersebut, 72 orang dideportasi usai menyelesaikan proses hukum, sementara dua lainnya memilih repatriasi sukarela. “Keseluruhan PMI pulang satu kapal dari Johor,” ujar Eric Mario Sihotang, Syahbandar Pelabuhan Batam Center.
Sehari sebelumnya, Rabu (21/5), Dataran Engku Putri Batam Center menjadi lokasi pelantikan 1.980 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Wali Kota Batam, Amsakar Achmad memimpin langsung pelantikan tenaga teknis, guru, hingga tenaga kesehatan. Ia menyebut pelantikan ini sebagai awal dari pengabdian nyata pada masyarakat, sekaligus penegasan komitmen pelayanan publik yang lebih baik.
Di sisi lain, Pangkalan Utama TNI AL IV Batam memusnahkan barang bukti narkotika seberat 2,06 ton yang terdiri dari kokain dan sabu di Mako Lantamal IV Batam, Batu Ampar. Selasa (20/5). Pemusnahan dipimpin Wakil Kepala Staf TNI AL, Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma dan disaksikan BNN, Bea Cukai, Polri, Kejaksaan, dan pemerintah daerah. “Dengan pemusnahan ini kita menyelamatkan 16 juta jiwa dari dampak negatif narkoba,” tegas Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma.
Narkotika tersebut diamankan dari Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Thailand. Petugas turut mengamankan Ko Soewun, 54, warga negara Thailand selaku nakhoda, dan 4 ABK warga negara Myanmar; U Than Tun, 65, Aung Kyaw Oo, 41, Kning Lin, 39 dan Set, 30.
Upaya penguatan infrastruktur di Kota Batam juga menjadi fokus. Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam turun langsung meninjau sistem drainase di Sagulung dan Batuaji menyusul banjir besar yang sempat menghambat aktivitas warga. Pengecekan dilakukan pada titik-titik rawan genangan, khususnya di Tanjunguncang dan Seibinti.
Sementara itu, Bengkong menunjukkan geliat ganda. Di satu sisi, pelebaran jalan di depan kantor camat Bengkong terus dikebut. Di sisi lain, wisatawan menikmati pertunjukan kuda kepang di Golden Prawn. Kepri juga mencetak sejarah baru dengan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang memberlakukan empat skema bebas visa khusus untuk warga Singapura. (***)
Reporter : TIM BATAM POS
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI