Buka konten ini

MAKKAH (BP) – Menjelang puncak ibadah haji di Arafah yang berlangsung pada Kamis (5/6) atau Jumat (6/6) 2025, jumlah jemaah calon haji (JCH) di Kota Makkah terus bertambah. Menghadapi situasi itu, Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Kabid Linjam) PPIH Arab Saudi Harun Ar-Rasyid mengingatkan pentingnya kewaspadaan diri dan disiplin mengikuti aturan di lapangan.
“Kepadatan jemaah di Makkah akan terus meningkat. Maka penting bagi jemaah untuk saling menjaga dan tidak bepergian sendiri, terutama lansia atau perempuan,” ucapnya.
Dia menekankan agar jemaah selalu bergerak berkelompok, minimal bersama dua hingga tiga orang, baik saat ke Masjidil Haram maupun di hotel.
“Kalau ke rooftop hotel untuk menjemur pakaian, atau naik lift, usahakan jangan sendirian. Selalu ajak teman, agar jika terjadi sesuatu, bisa segera ditangani,” imbuhnya.
Harun juga menyoroti banyaknya JCH yang terpisah dari rombongan saat berada di Masjidil Haram. Jika itu terjadi, dia menyarankan JCH tidak panik dan segera menuju titik temu terdekat.
“Kalau terpisah, carilah area depan Zam-Zam Tower atau sekitar WC3. Di sana ada pos petugas kita yang bisa membantu menunjukkan arah ke hotel,” ujarnya.
Terkait transportasi, Harun mendorong jemaah untuk menggunakan bus Salawat resmi yang telah disediakan pemerintah.
“Sudah ada tiga terminal utama: Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah. Gunakan itu. Jangan asal naik taksi jika tidak mendesak,” katanya.
Selain itu, dia juga mengimbau agar jemaah tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar saat keluar hotel.
“Kalau membawa uang banyak, titipkan ke tempat aman di hotel. Bisa juga dikoordinasi oleh ketua rombongan atau kloter. Nanti bisa dikembalikan usai dari Muzdalifah,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas JCH, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memperkuat pengamanan dan layanan di titik-titik vital. Petugas Sektor Khusus (Seksus) disiagakan selama 24 jam penuh di area Masjidil Haram.
Mereka siap memberikan bantuan langsung bagi jemaah Indonesia yang tersesat, membutuhkan kursi roda, atau memerlukan informasi seputar pelaksanaan ibadah.
“Petugas Seksus siap membantu apa pun kebutuhan jemaah di Masjidil Haram,” kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ali Machzumi.
Di sisi lain, distribusi kartu Nusuk yang sempat terkendala kini telah normal. “Hampir seluruh jemaah yang tiba di Makkah sudah menerima kartu Nusuk. Kami terus pantau agar semua mendapatkan haknya,” ujar Machzumi.
Aspek kesehatan juga menjadi prioritas. Tim Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) terus melakukan visitasi ke sektor-sektor dan rumah sakit Arab Saudi untuk memastikan kondisi jemaah tetap terpantau.
“Kami ingin memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau agar bisa beribadah dengan optimal,” tegas Ali. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG