Buka konten ini

BILBAO (BP) – Manchester United mengeluarkan GBP75,2 juta (Rp1,6 triliun) untuk membayar kompensasi kepada pelatih yang dipecat dalam 11 tahun terakhir atau setelah era Sir Alex Ferguson. Kali terakhir United membayar GBP14,5 juta (Rp317,4 miliar) ketika memecat Erik ten Hag pada 28 Oktober tahun lalu.
Angka itu bisa bertambah jika Ruben Amorim dipecat setelah gagal memenangi Liga Europa musim ini. Kontrak Amorim masih berjalan sampai musim panas 2027 dan nilai kontraknya mencapai GBP6,5 juta (Rp142,2 miliar).
Menanggapi rumor dirinya akan dipecat, Amorim percaya diri tetap bertahan. Kalaupun dilengserkan, pelatih yang lebih banyak mencatat kekalahan (16 laga) daripada kemenangan (15 laga) dalam 41 laga bersama United itu siap tanpa kompensasi.
“Jika dewan direksi klub dan fans United merasa aku sudah tidak layak, maka aku bakal out tanpa harus membahas tentang kompensasi. Tapi, aku tidak akan out dari klub ini,” tutur mantan treinador Sporting CP tersebut kepada MUTV.
Tak hanya Amorim, kegagalan di final Liga Europa membuat gelandang bertahan Manchester United Casemiro gagal mengekor bomber Manchester City Erling Haaland sebagai pemain dengan gaji termahal di Premier League. Haaland menerima EUR525 ribu (Rp11,4 miliar) per pekan. Sementara saat ini Casemiro menerima GBP375 ribu (Rp8,2 miliar) per pekan.
Sayangnya, Casemiro urung naik gaji setelah gagal membawa United juara Liga Europa dan lolos ke Liga Champions musim depan. Dalam klausul kontrak yang habis musim panas tahun depan, gaji Casemiro bisa naik 25 persen kalau bermain di Liga Champions. Artinya, gaji Case, sapaan akrab pemain berkebangsaan Brasil itu, naik GBP125 ribu (Rp 2,7 miliar) atau menjadi GBP500 ribu (Rp10,9 miliar) per pekan.
Kekalahan di final Liga Europa sekaligus memutus rekor Case yang selalu memenangi laga perebutan juara ajang antarklub Eropa. Dalam delapan laga sebelumnya, pemain 33 tahun itu tak pernah kalah.
“Tentu saja aku menginginkan gelar juara. Namun, bagiku, musim ini salah satu musim yang membuatku bangga. Ketika pelatih (Ruben Amorim) pernah tidak memperhitungkanmu, tetapi kamu tetap bekerja keras dan menunjukkan dedikasi tinggi,” beber Case kepada ESPN Brasil. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG