Buka konten ini
KARIMUN (BP) – Jalan Coastal Area, salah satu jalur utama sekaligus ikon Kota Tanjungbalai Karimun, kini dalam kondisi memprihatinkan. Meski dikenal sebagai kebanggaan masyarakat Bumi Berazam, jalan tersebut dipenuhi lubang dan genangan air, terutama di sisi kiri dan kanan ruas jalan dari arah kota menuju Tugu MTQ dan sebaliknya.
Iwan, salah seorang pengguna jalan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi jalan itu. Ia menyebut jalan tersebut sebagai yang terlebar dan terindah di Kabupaten Karimun, namun kini tak terawat.
“Sayang sekali, ini jalan kebanggaan masyarakat Karimun, tapi seolah tidak ada perawatan. Kalaupun ada, hanya tambal sulam. Sekarang rusaknya sudah kembali parah,’’ ujar Iwan kepada Batam Pos, Rabu (21/5).
Menurutnya, selain berlubang, jalan juga banyak tergenang air. Jika dibiarkan terus-menerus, bukan tidak mungkin kerusakan akan semakin meluas. Padahal, jalan Coastal Area tak hanya digunakan untuk lalu lintas kendaraan, tetapi juga sering menjadi lokasi berbagai kegiatan dan acara penting.
“Kalau banyak jalan yang rusak, tentu tidak enak dipandang. Sayang sekali untuk sebuah ikon daerah,’’ tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Karimun, Hermawan, menjelaskan bahwa penanganan Jalan Coastal Area bukan lagi menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten.
“Sejak beberapa tahun lalu, pengelolaan jalan ini sudah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Jadi, saat ini menjadi tanggung jawab provinsi,’’ terang Hermawan saat dihubungi secara terpisah.
Ia menambahkan, sejak diserahkan ke provinsi, jalan tersebut belum pernah di-overlay atau ditingkatkan kualitasnya. Meski begitu, perawatan berupa penambalan jalan berlubang tetap dilakukan.
“Tapi, untuk tahun ini, kami belum bisa memastikan apakah ada anggaran dari provinsi untuk perawatan atau peningkatan jalan,’’ pungkasnya. (*)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : GALIH ADI SAPUTRO