Buka konten ini
Ratusan barcode bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang terdaftar di aplikasi MyPertamina di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), diblokir oleh Pertamina Patra Niaga. Pemblokiran ini dilakukan dalam beberapa bulan terakhir akibat dugaan penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Region Sumbagut, Susanto August Satria, mengungkapkan, pemblokiran dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait berkurangnya kuota BBM, meskipun tidak merasa melakukan pembelian.
“Ada sekitar 300 barcode yang sudah kami blokir. Laporan yang masuk menunjukkan ada kasus di mana seseorang tidak membeli solar atau pertalite, tetapi kuotanya berkurang. Ini bisa kami lihat langsung di sistem,” ujar Satria di Batam, Senin (19/5).
Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama kebocoran kuota adalah kebiasaan sebagian pengguna yang mencetak barcode BBM dalam bentuk stiker dan menempelkannya di kendaraan. Hal ini memungkinkan barcode disalin atau difoto oleh oknum yang kemudian menggunakannya tanpa izin pemilik.
“Kalau barcode dijadikan stiker dan menempel di kendaraan, itu bisa difoto dan disalin. Saat digunakan di SPBU, sistem tetap akan melayani karena tidak bisa membedakan barcode asli atau yang disalin,” jelasnya.
Akibatnya, subsidi BBM yang semestinya diterima pemilik sah justru digunakan oleh pihak lain. Untuk menghindari kejadian serupa, Pertamina mengimbau pengguna untuk secara rutin melakukan penyegaran barcode melalui fitur refresh di aplikasi MyPertamina.
“Dengan refresh barcode, kode lama akan diganti dengan yang baru. Jadi kalau barcode lama disalahgunakan, itu tidak bisa dipakai lagi,” terangnya.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak menyerahkan barcode dalam bentuk foto kepada petugas. Operator SPBU diminta langsung memindai barcode dari aplikasi, bukan dari galeri ponsel.
“Jangan izinkan barcode difoto oleh operator. Pastikan pemindaian dilakukan langsung dari aplikasi,” tegasnya.
Upaya ini, lanjut Satria, merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
“Yang pasti, fungsi utama barcode adalah memastikan penyaluran BBM subsidi tetap tepat sasaran,” pungkasnya. (***)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK