Buka konten ini
WASHINGTON (BP) – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden didiagnosis menderita kanker prostat dengan tingkat agresivitas tinggi. Kantor pribadinya mengonfirmasi bahwa kanker telah menyebar ke tulang, namun masih responsif terhadap terapi hormon.
”Meski ini bentuk kanker yang agresif, penyakit ini tampaknya sensitif terhadap hormon, yang membuka peluang penanganan efektif,” ujar pernyataan resmi kantor Biden, Minggu (19/5) waktu setempat.
Seperti dilansir dari The Guardian, saat ini Biden bersama tim dokternya tengah meninjau berbagai opsi pengobatan.
Diagnosis ini muncul setelah Biden mengalami gangguan saluran kemih dan ditemukan benjolan di area prostat. Skor Gleason-nya mencapai sembilan dari sepuluh. Ini merupakan indikator bahwa sel kanker sangat abnormal dan ganas. Bila menyebar, kanker prostat umumnya menyerang tulang dan lebih sulit ditangani.
Ucapan simpati dan dukungan pun berdatangan. Donald Trump, rival politik Biden sekaligus penerusnya, menyampaikan keprihatinannya lewat Truth Social.
Melania (istri Trump) dan saya bersedih mendengar diagnosis medis terbaru Joe Biden. Kami menyampaikan harapan terbaik kepada Jill dan keluarga,” tulis Trump.
Nada serupa juga disampaikan Wakil Presiden Kamala Harris. ”Joe adalah seorang pejuang. Dia akan menghadapi tantangan ini dengan kekuatan dan ketahanan yang selalu menjadi ciri khas kepemimpinannya,” tulis Kemala di Akun X-nya. Dari Inggris, Perdana Menteri Keir Starmer turut menyampaikan doa agar Biden mendapat pengobatan yang berhasil dan cepat.
Selama hidupnya, Biden tidak asing dengan penyakit kanker. Dia pernah menjalani operasi pengangkatan kanker kulit non-melanoma, serta lesi kanker di dada pada 2023. Selain itu, pria 82 tahun itu juga menggagas program nasional ”cancer moonshot” untuk menekan angka kematian akibat kanker. Sebelumya, putranya Beau Biden meninggal karena kanker otak. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO