Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) — Sejumlah tokoh Melayu di Kota Batam menggelar silaturahmi yang dikemas dalam acara ngopi bersama di luar Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, Senin (19/5). Pertemuan ini menjadi wadah mempererat kebersamaan sekaligus merumuskan langkah strategis untuk menjaga kondusivitas daerah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) anak tempatan, khususnya masyarakat Melayu.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Datok Amat Tantoso dan Udin Pelor. Mereka menegaskan bahwa silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan informal, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keterlibatan masyarakat Melayu dalam pembangunan Batam.
“Belakangan ini banyak investor masuk ke Batam. Maka kita ajak tokoh dan organisasi Melayu duduk bersama, ngopi sambil silaturahmi. Setelah itu kita ajak semua pihak menjaga Batam agar tetap kondusif, aman, dan nyaman, khususnya bagi wisatawan dan investor,” kata Datok Amat.
Ia menekankan bahwa generasi muda Melayu harus siap menghadapi persaingan kerja yang makin ketat. Pendidikan menjadi kunci membuka peluang yang lebih luas.
“Kita harapkan adik-adik kita orang Melayu berpendidikan minimal sarjana. Kalau hanya setara SMA, sekarang ini agak sulit mencari pekerjaan. Kita siap bertanggung jawab bersama agar anak tempatan bisa memperoleh pekerjaan yang layak,” ujarnya.
Komitmen ini, lanjut Datok Amat, selaras dengan dukungan terhadap program pemerintah, termasuk target pertumbuhan ekonomi 8 persen di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
“Kami siap membantu pemerintah daerah. Kami optimistis target pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa tercapai jika masyarakat dan tokoh Melayu terlibat aktif,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni simbolis, tetapi dilanjutkan dengan gerakan nyata dalam menjaga dan memberdayakan masyarakat Melayu.
“Kalau bukan kita yang menjaga kampung ini, siapa lagi?” tegasnya.
Kapolresta Barelang, Kombes Zainal Arifin, yang turut hadir, menyampaikan pentingnya keamanan dan ketertiban sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
“Ini adalah kegiatan silaturahmi kamtibmas. Disampaikan para tokoh, seperti Datok Amat, Ayah Kita Ketua LAM Sekupang, Tukijan Sarpan, dan Datuk Rahim Peka, bahwa kualitas SDM putra-putri Melayu harus terus ditingkatkan. Ini langkah awal yang penting agar mereka bisa berkontribusi dalam pembangunan Batam,” ujar Zainal.
Ia juga mengimbau masyarakat menjauhi aksi premanisme yang dapat menghambat masuknya investasi.
“Mari sama-sama jaga keamanan Batam. Jangan sampai ada aksi premanisme karena itu akan merugikan kita semua. Investor butuh jaminan keamanan,” tegasnya.
Ketua Himpunan Melayu Setokok Bersatu, Syaiful Bahtiar, menyoroti pentingnya membuka peluang bagi anak-anak pulau untuk mengisi sektor strategis seperti pariwisata dan kelautan.
“Kami berharap destinasi wisata di kawasan Jembatan Satu Barelang dikembangkan. Tempat nelayan yang kosong bisa dijadikan kawasan pariwisata. Kita ingin anak-anak tempatan ikut menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan itu,” ujarnya.
Ia juga mendorong peningkatan pendidikan bagi anak-anak pulau. “Anak-anak pulau jangan lagi hanya lulusan SMA. Harus kita dorong mereka kuliah agar memiliki posisi di perusahaan yang berdiri di kampungnya sendiri,” tegasnya.
Tokoh masyarakat Melayu lainnya, Abdul Razak, mengajak pengusaha dan investor untuk memprioritaskan anak-anak tempatan dalam kesempatan kerja.
“Kalau ada pembangunan hotel atau lowongan kerja, prioritaskan anak daerah. Jangan biarkan mereka hanya jadi penonton di kampung sendiri. Kita ingin mereka diberi ruang untuk ikut menikmati kemajuan Batam,” pungkasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK