Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) — Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah memetakan ulang potensi perparkiran di seluruh wilayah sebagai upaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Dinas Perhubungan (Dishub) Batam menggandeng konsultan PT Hirfi Studio untuk melakukan survei menyeluruh terhadap titik parkir eksisting dan potensi lokasi baru, yang akan menjadi dasar perencanaan kerja tahun anggaran 2025.
Kepala Dishub Batam, Salim, mengatakan survei ini penting dilakukan mengingat belum ada pemetaan terbaru sejak tarif parkir mengalami penyesuaian.
“Sehubungan dengan kenaikan tarif parkir, kami belum melakukan survei terbaru. Maka kami ingin melihat sejauh mana potensi parkir saat ini,” kata Salim, Senin (19/5).
Survei dilakukan di seluruh wilayah Batam, mencakup titik parkir aktif maupun lokasi yang dinilai memiliki potensi baru. “Kami survei seluruh lokasi di Batam, baik yang sudah eksis maupun yang mungkin bisa dikembangkan sebagai titik parkir baru,” tambahnya.
Saat ini terdapat sekitar 700 titik parkir yang tersebar di Batam. Jumlah tersebut meliputi parkir mandiri, parkir tepi jalan umum, serta yang dikelola melalui skema outsourcing. Namun, angka ini masih bisa bertambah tergantung hasil akhir kajian dari pihak konsultan.
“Data kami mencatat sekitar 700 titik, termasuk semua jenis parkir. Jika konsultan menilai ada potensi baru, kami minta itu dimasukkan dalam rekomendasi,” ujarnya.
Proses survei sudah berlangsung selama tiga pekan dan ditargetkan rampung pada Juli mendatang. Hasil survei ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan perparkiran, termasuk dalam penetapan target retribusi dan pengembangan sistem layanan.
Untuk tahun anggaran 2025, Dishub Batam menargetkan retribusi parkir sebesar Rp18 miliar. Target ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan dan digitalisasi sistem.
“Kami targetkan Rp18 miliar untuk tahun 2025. Di triwulan pertama tahun ini saja, kita sudah hampir mencapai Rp4 miliar dari sektor parkir,” ungkap Salim.
Capaian bulanan pun menunjukkan surplus. Dari target Rp1 miliar per bulan, realisasi penerimaan rata-rata mencapai Rp1,2 miliar. Hal ini menunjukkan sektor parkir masih menyimpan potensi besar untuk digarap lebih optimal. (***)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK